Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Rencana PDAM atau Perumda Tugu Tirta Kota Malang untuk menerapkan Water Treatment Plan (WTP) dalam memenuhi kebutuhan air bersih kepada pelanggan mulai diseriusi.

 sistem WTP, nantinya pelayanan air bersih bagi warga Kota Malang sudah tak lagi mengandalkan sumber air. Melainkan, memanfaatkan air sungai yang bakal diolah menjadi air bersih siap minum.

"Jadi kita sudah tidak lagi menggantungkan hanya pada sumber air, kita sudah insya Alloh dalam waktu dekat menjajaki untuk realisasi WTP untuk memanfaatkan air permukaan sungai untuk umber produksi air minum kita," kata Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas.

Untuk realisasi penggunaan sistem WTP itu, pihaknya akan melibatkan investor asing. Selain itu berkaitan dengan pemanfaatan sungainya Perumda Tugu Tirta Kota Malang juga akan bekerjasama dengan Balai Besar sungai dan Perum Jasa Tirta.

"Kalau bisa dalam waktu dekat ini, pokoknya di 2020 ini kita start insya Alloh kita kerja sama dengan pihak luar. Tentu kami juga akan bekerja sama dengan balai besar wilayah sungai dan juga PJT (Perum Jasa Tirta) untuk koordinasi soal pemanfaatan sungai ini," imbuhnya.

Berkaitan dengan teknis penggunaan WTP, ia menjelaskan nantinya air sungai akan diolah untuk memenuhi secara kuantitas dan kualitas air bersih. Kemudian baru disalurkan kepada pelanggan Perumda Tugu Tirta Kota Malang.

"Kita menggunakan air sungai yang secara teknis dan lainnya itu memenuhi baik secara kuantitas dan kualitas airnya sudah memungkinkan untuk kita ambil. Karena debitnya mungkin sudah memenuhi. Dalam arti kalai kita ambil juga tidak berpengaruh terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lain, misalkan untuk irigasi dan sebagainya," jelasnya.

Melalui sistem WTP ini, nantinya ketersediaan air bagi pelanggan Perumda Tugu Tirta Kota Malang akan lebih terjamin. Sebab, tidak perlu lagi untuk mengambil air dari sumber air milik Kabupaten Malang ataupun dari Kota Batu.

"Artinya keterjaminan pelanggan PDAM Kota Malang itu menjadi semakin terjaga. Tidak ada lagi kekhawatiran seperti kekurangan, ataupun ada masalah dengan sumber air yang selama ini kita masih menggunakan atau apa. Karenan nanti ini sudah berada di kita sendiri," pungkasnya.