Bupati Malang HM. Sanusi saat menjelaskan perihal penyebab warganya terpapar corona. (Foto : Istimewa)
Bupati Malang HM. Sanusi saat menjelaskan perihal penyebab warganya terpapar corona. (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Jumlah pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Malang bertambah. Hingga berita ini ditulis,  jumlah pasien corona berjumlah menjadi  11 kasus pada  Sabtu (11/4/2020) petang.

Terkait penambahan itu, Bupati Malang HM. Sanusi memgatakan, penyebab warganya terpapar virus corona  lantaran pernah kontak dengan pasien positif covid-19 dari luar Kabupaten Malang.

Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19

”Penyebaran covid-19 di Kabupaten Malang ini riwayatnya akibat warga Kabupaten Malang yang berpergian ke luar daerah, lalu pulangnya ternyata membawa virus itu (covid-19),” kata Sanusi, Sabtu (11/4/2020).

Pernyataan bupati Malang tersebut mengisyaratkan pasien covid-19 yang ada saat ini bukan karena tertular antar-warga Kabupaten Malang. ”Sehingga kalau di dalam (Kabupaten Malang), saya sampaikan sampai saat ini belum ada penyebaran. Tetapi yang terpapar itu akibat berpergian keluar Kabupaten Malang,” ungkap Sanusi.

Sebagai informasi, merujuk pada data dari Dinkes (Dinas Kesehatan) Kabupaten Malang, yang terlampir pada laman resmi satgascovid19.malangkab.go.id, jumlah pasien yang terkonfirmasi covid-19 sebanyak 11 kasus. Jumlah tersebut tercatat pada pukul 16.15 WIB Sabtu (11/04/2020).

Masih dari sumber yang sama, jumlah ODP (orang dalam pemantauan) sebanyak 209 kasus. Rinciannya 127 orang dalam pantauan, 69 dinyatakan sembuh, 12 pasien dirawat, kemudian 1 orang di antaranya meninggal dunia.

Bergeser ke jumlah kasus PDP (pasien dalam pengawasan), terpantau ada 86 kasus. Dari jumlah tersebut, 40 dalam perawatan, 6 dirawat di rumah, 39 di antaranya dinyatakan sehat, dan 1 orang meninggal.

Sebagai informasi, jumlah ODP dan PDP yang meninggal dunia tersebut bukan karena positif covid-19. Sebab, hingga berita ini ditulis, jumlah pasien terkonfirmasi covid-19 yang meninggal dunia hanya ada 1 orang dari 11 kasus.

Sedangkan sisanya, 4 pasien positif corona dipastikan pulih, 2 masih menjalani perawatan, dan 4 orang menjalani isolasi mandiri, yakni dirawat di rumah masing-masing.

Pasien yang menjalani isolasi mandiri tersebut lantaran tidak ada gejala seperti batuk, flu, demam, atau bahkan sesak napas.

Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat

Terakhir, untuk jumlah ODR (orang dalam risiko) terpantau ada 3.446 orang. 

”Mengingat pasien yang terpapar covid-19 karena pernah kontak dengan pasien dari luar, maka di perbatasan akan kami lakukan percepatan penanganan,” ungkap bupati Malang.

Sanusi menjelaskan, salah satu upaya penanganan di perbatasan tersebut adalah dengan cara melakukan check point atau pemantauan terhadap para pendatang yang hendak ke Kabupaten Malang.

”Sehingga jika yang masuk di Kabupaten Malang ada yang terindikasi covid-19, bisa segera kami antisipasi. Yaitu melakukan karantina selama kurang lebih 14 hari. Dan tentunya selama dalam karantina, akan terus dipantau oleh Dinkes (Dinas Kesehatan) Kabupaten Malang),“ tutup Sanusi.