Direktur Utama PDAM Kota Malang M. Nor Muhlas (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Direktur Utama PDAM Kota Malang M. Nor Muhlas (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pemasangan pipa transmisi PDAM Kota Malang atau yang kini berubah nama menjadi Perumda Tugu Tirta Kota Malang ditarget rampung akhir Mei 2020. 

Saat ini, proses pengerjaan proyek sudah lebih dari 75 persen.

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

Direktur Utama PDAM Kota Malang, M. Nor Muhlas menyampaikan, pengerjaan pipa transmisi yang mengalami kebocoran di Desa Pulungdowo dan Desa Kidal Kabupaten Malang itu diprediksi selesai dalam waktu tiga minggu ke depan. 

Dengan catatan, tak ada halangan atau gangguan selama proses pengerjaan.

"Selanjutnya satu minggu masa uji coba. Jadi kurang lebih satu bulan lagi sidah bisa dioperasikan seperti normal," katanya.

Dia berharap, pengerjaan pipa transmisi bisa selesai tepat waktu. 

Sehingga, masyarakat terdampak dapat kembali mendapatkan air bersih sesuai dengan semestinya. 

Karena saat ini, masih ada pelanggan yang belum dapat dijangkau oleh pipanisasi lantaran perkampungan pelanggan yang berada di atas ketinggian yang sulit dijangkau dengan pompa biasa.

"Jadi yang nggak bisa dijangkau kami layani dengan mobil tangki. Selebihnya sudah manfaatkan pipanisasi dari beberapa saluran," imbuh Muhlas.

Sampai saat ini, menurutnya ada 19 mobil tangki yang dimanfaatkan untuk melayani pelanggan.

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Seluruhnya berasal dari bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur juga armada milik PDAM Kota Malang sendiri.

"Selebihnya sudah ditarik ke daerah masing-masing karena juga dibutuhkan di daerah tersebut," terang Muhlas.

Muhlas menjelaskan, untuk menangani pemenuhan kebutuhan air selama proses pemasangan pipa baru, menurutnya sekitar 10 ribu saluran rumah (SR) terdampak dari total 26 ribu SR terdampak mendapat pasokan air dari sumber lain.

Rekayasa tersebut diambil salah satunya dengan penambahan pengeboran sumber baru.

Di antaranya, berada di kawasan perkantoran PDAM Kota Malang dan satu lagi di kawasan Mayjend Panjaitan.

"Kami harapkan pengerjaan bisa segera selesai," pungkasnya.