Direktur Utama PDAM Kota Malang, M. Nor Muhlas (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Direktur Utama PDAM Kota Malang, M. Nor Muhlas (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - PDAM Kota Malang atau yang kini berubah nama menjadi Perumda Tugu Tirta Kota Malang ambil sikap berkaitan dengan pandemi Covid-19. 

Salah satunya, untuk meringankan beban bagi pelanggan yang terdampak Covid-19.

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

Direktur Utama PDAM Kota Malang, M. Nor Muhlas menyampaikan, pihaknya sejak beberapa waktu terakhir sudah menyiapkan sejumlah skema untuk meringankan beban pelanggan terdampak Covid-19. 

Namun, sampai saat ini memang skema-skema tersebut masih dalam tahap pematangan konsep.

"Kami pasti tidak diam dengan kondisi yang ada, kami sudah rapatkan itu dan tengah membahas mana solusi yang paling tepat," katanya.

Dia menyampaikan, ada beberapa skema dan pilihan yang mungkin bisa diterapkan nantinya.

Di antaranya seperti kemungkinan memberi potongan harga atas beban pembayaran air. 

Namum opsi itu masih belum tentu dijalankan, karena harus melihat situasi dan kondisi yang ada di lapangan.

Lebih jauh dia menerangkan, skema pemberian keringanan yang dilakukan juga akan diprioritaskan kepada pelanggan paling terdampak. 

Muhlas merinci, kriteria penerima bantuan tersebut di antaranya seperti rumah tangga menengah ke bawah. 

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Selain itu, beberpa kriteria akan disusun dalam waktu dekat. Sehingga dapat segera direalisasikan dan dimanfaatkan masyarakat.

"Kami cari dulu, skema apa yang paling tepat. Pasti perlu kajian, kan survival masing-masing pelanggan pasti berbeda," terangnya.

Dia menyampaikan, skema yang ia sampaikan tersebut masih belum ditetapkan. Sehingga ada kemungkinan mengalami perubahan. 

Namun ia berjanji akan segera menuntaskan skema yang paling tepat untuk meringankan beban pelanggan yang terdampak Covid-19.

"Ya dalam waktu dekat pastinya, kami masih susun, akan segera diselesaikan nanti skema terbaiknya seperti apa," terang Muhlas.