Salah satu tahanan Rutan Polres Malang saat dibesuk keluarganya melalui sistim besuk online (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Salah satu tahanan Rutan Polres Malang saat dibesuk keluarganya melalui sistim besuk online (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sudah lebih dari dua minggu ini, tahanan Polres Malang tidak didatangi oleh keluarga pembesuk. Bukan karena dilarang, penyebab dari tidak adanya para pembesuk tersebut lantaran adanya kebijakan baru. Yakni sistem besuk online.

”Sesuai dengan himbauan dari Polda (Jatim) tentang upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran covid-19, rutan Polres Malang saat ini tidak menerima besuk tahanan dan barang titipan untuk tahanan,” kata Kasat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polres Malang, Ipda M Budiono.

Baca Juga : Aktor Senior Tio Pakusadewo Kembali Ditangkap karena Kasus Narkoba

Menurut anggota Polri yang akrab disapa Budi ini, kebijakan sistem besuk secara online tersebut sudah diterapkan pertama kali sejak tanggal 24 Maret hingga 31 Maret 2020. Namun karena berbagai pertimbangan, kebijakan sistem besuk secara online tersebut akhirnya diperpanjang sampai adanya pemberitahuan lebih lanjut.

”Bagi pembesuk yang sudah terlanjur kesini (Rutan Polres Malang) dan kebetulan tidak tahu (adanya kebijakan baru), maka kami sarankan untuk pulang saja. Para pembesuk kita arahkan untuk melakukan besuk secara online, yaitu hanya lewat media elektronik video call,” jelas Budi.

Untuk mekanismenya, lanjut Budi, para pembesuk akan diberikan nomer khusus untuk melakukan besuk online. Dimana nomor yang disediakan oleh Tahti Polres Malang tersebut, terkoneksi dengan layanan WA (WhatsApp). Nah, nomor itulah yang bisa digunakan oleh para pembesuk untuk melakukan video call.

”Sebelum melakukan besuk online, para pembesuk harus mendaftarkan diri melalui pesan WA untuk mendapatkan antrian. Setelah itu petugas akan menyiapkan tahanan yang ingin dibesuk, mungkin waktu yang dibutuhkan setelah melakukan pendaftaran itu hanya 2 hingga 3 menit," urainya.

Setelah itu, lanjutnya, akan dipersilahkam langsung untuk disambungkan ke keluarga tahanan yang ingin membesuk. Untuk durasi persiapan yang hanya dalam kurun waktu hitungan menit tersebut, tergantung dari banyaknya jumlah pembesuk.

Meski bisa melakukan sistem besuk online, masih menurut Budi,  tidak semua pembesuk bisa bebas melakukan video call. 

Hingga saat ini, Tahti Polres Malang hanya membuka layanan besuk online seperti jadwal besuk sebelum adanya wabah covid-19. Yakni setiap hari Selasa dan Kamis. ”Untuk pelayanannya hanya pada jam 09.00 WIB hingga jam 14.00 WIB saja,” terang Budi.

Sementara itu, dari pengamatan wartawan di Rutan Polres Malang beberapa hari belakangan ini, memang sudah tidak ada sama sekali pembesuk yang datang langsung. Bahkan pada jam dan hari besuk online yakni pada hari Selasa dan Kamis, terpantau juga tidak ada pembesuk yang datang langsung. Padahal sebelum adanya wabah yang berasal dari Wuhan, China tersebut, banyak para pembesuk yang berjubel di ruang tunggu.

Baca Juga : Tulis "Bubarkan Negara", 10 Orang Ini Diciduk Polisi

”Memang kita sarankan melakukan video call dari rumah, jadi tidak boleh langsung besuk maupun bawa barang titipan,” ungkap Budi saat ditemui media online ini.

Kasat Tahti Polres Malang ini mengaku, tidak ada pembatasan bagi para pembesuk yang ingin melakukan video call. Artinya, meski jumlah pembesuk online banyak, selagi ada waktu akan tetap dilayani. 

”Tidak ada batasan, hanya kita berikan kebijakan saja paling lama (video call) 10 menit. Tapi kalau pas ramai ya menyesuaikan, mungkin minimal 5 menitan,” terangnya.

Sebagai informasi, jumlah tahanan yang ada di Rutan Polres Malang hingga berita ini ditulis, terdapat 92 orang. Dimana, semua tahanan mendapatkan hak yang sama terkait kebijakan sistem besuk online tersebut.

”Besuk online ini sebenarnya sudah lama, dulu kita sudah pakai aplikasi Malang E-Policing. Cuma waktu itu hanya untuk antrian (besuk tahanan), kalau sekarang sudah ditingkatkan menjadi pelayanan besuk tahanan dengan cara video call,” tandasnya.