Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

Wali Kota Malang Sutiaji menangis terisak saat mengumumkan adanya tenaga medis yang terpapar covid-19. Pria berkacamata itu tak mampu membendung air matanya saat menyampaikan kabar tersebut dalam agenda rapat paripurna dengan DPRD terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Wali Kota Malang Tahun 2019 di Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang yang digelar secara teleconference, Kamis (9/4/2020).

Sutiaji menyampaikan, pasien konfirmasi positif covid-19 yang baru saja diumumkan merupakan tenaga medis. Hal itu menjadi pukulan cukup besar bagi dirinya, lantaran tenaga medis senantiasa siap untuk menyembuhkan pasien dalam pantauan (PDP) maupun pasien yang konfirmasi positif covid-19.

Baca Juga : Sehari 9 Korban Covid-19 di Surabaya Meninggal, Gubernur Minta Contoh Magetan Tekan Kasus

"Mereka (tenaga medis) meninggalkan keluarga dan menyiapkan nyawanya untuk menjaga agar orang PDP bisa diselamatkan," katanya tersengal sembari menangis.

Dengan kondisi itu, Sutiaji mengajak agar masyarakat turut membantu tenaga medis dan bersama-sama memotong mata rantai covid-19. Sebab, bagaimana pun, masyarakat merupakan garda terdepan untuk memutus rantai covid-19.

"Saya pinjam istilah Pak Danrem bahwa garda terdepan pemutusan mata rantai covid-19 adalah masyarakat," ucapnya.

Sutiaji pun berharap agar masyarakat turut serta mengedepankan kepentingan bersama. Selain itu, masyarakat senantiasa melaksanakan pola hidup sehat, menerapkan social distancing dan physical distancing, serta mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. "Kita nggak tahu musuh kita ada di mana-mana," ujar Sutiaji.

Lebih jauh politisi Demokrat itu menyampaikan, pandemi covid-19 merupakan bentuk ujian yang diberikan kepada masyarakat Indonesia. Sehingga ini saatnya bagi seluruh elemen masyarakat dan unsur pemerintahan untuk saling bergandengan tangan dan tak mengedepankan egosentris. Pasalnya, penyebaran covid-19 tampak sangat mencekam.

Sebagai informasi, hingga Rabu (8/4/2020) kemarin, di Kota Malang tercatat ada 917 orang dalam risiko (ODR) covid-19. Selanjutnya, ada 153 orang tanpa gejala (OTG), 369 orang dalam pantauan (ODP) dengan rincian 263 orang sedang dipantau dan 106 orang selesai dipantau.

Baca Juga : Pasien Positif Covid-19 Meningkat, Polres Malang Ancam Warga yang Tolak Pemakamannya

Kemudian tercatat ada delapan orang yang positif covid-19 dengan rincian empat sembuh dan empat masih dalam perawatan. Sedangkan pasien dalam pemantauan (PDP) yang masih dirawat sebanyak 37 orang, PDP sehat atau selesai pengawasan ada 15 orang, serta PDP yang meninggal dunia ada 3 orang.

Sebagai informasi, PDP merupakan pasien dalam pengawasan penuh tim medis. Dalam tahapannya, PDP dapat dinyatakan sebagai PDP positif atau PDP negatif covid-19. Hal itu bergantung pada hasil swab yang dilakukan pasien. Artinya, belum tentu semua PDP positif covid-19. Dalam beberapa kasus, PDP dinyatakan sembuh dan negatif covid-19.