Petugas mesia saat membawa peti jenazah PDP di tempat pemakaman umum Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Rabu (8/4/2020). (Foto: istimewa)
Petugas mesia saat membawa peti jenazah PDP di tempat pemakaman umum Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Rabu (8/4/2020). (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Selama lima hari satu pasien dalam pengawasan (PDP) covid 19 harus menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Karsa Husada Kota Batu, Rabu (8/4/2020). 

Meskipun pemakaman dilakukan dengan mandiri tapi dengan standart  protokol kesehatan penanganan covid 19 berjalan dengan lancar.

Baca Juga : Sehari 9 Korban Covid-19 di Surabaya Meninggal, Gubernur Minta Contoh Magetan Tekan Kasus

Pemakaman itu berlangsung di tempat pemakaman umum Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji. Prosesi pemakaman dilakukan oleh keluarga yang didampingi petugas penanganan covid 19 dengan mengenakan alat pelindung diri standar protokol penanganan covid 19.

Sedangkan untuk urutan pemulasaraan jenazah PDP itu dengan dibungkus plastik, lalu kain kafan tahapan terakhir dibungkus lagi dengan plastik. 

Setelah selesai dibungkus dengan plastik, lalu dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dimasukkan menggunakan plastik.

Setelah selesai langsung dimasukan ke falam peti jenazah dan di salatkan. “Tahapan itu sudah dilakukan pada saat pemulasaraan di RS Karsa Husada,” ucap Juru Biacara  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, M. Chori.

“Artinya yang memandikan, membungkus jenazah sesuai standar (dengan rangkap pakai plastik) dan memasukkan dalam peti termasuk yang mensalatkan,” imbuhnya.

Tahapan itu dilakukan sehingga ketika jenazah diantarkan pulang dan dimakamkan sudah dalam kondisi yang aman. 

Kemudian petugas pengangkut dan pengubur jenazah juga diberi pembekalan oleh petugas sebelum pelaksanaan.

Meskipun saat prosesi pemakaman dilakukan oleh pihak keluarga, petugas medis dari Dinas Kesehatan Kota Batu ada di lokasi untuk memandu prosesi pemakaman. 

“Memang yang mengangkat dan memasukkan jenazah ke liang lahat dari pihak keluarga dan desa tetapi sudah diberi APD dan dalam pelaksanaan di pandu langsung oleh petugas medis,” tambah Chori.

Baca Juga : Pasien Positif Covid-19 Meningkat, Polres Malang Ancam Warga yang Tolak Pemakamannya

Sedangkan menurut petugas penanganan covid 19, korban pasien itu awalnya masuk rumah sakit pada 3 april 2020, kemudian berstatus orang dalam pemantauan. 

Namun, setelah statusnya dinaikkan ke PDP, karena kondisinya stagnan hingga korban meninggal dunia.

“Namun kondisi pasien stagnan dan tidak ada perkembangan sehingga dilanjutkan dengan pengambilan sampel swab,” jelasnya.

Sayangnya kondisi pasien terus mengalami penurunanan dan mengalami gangguan pernafasan sehingga harus dibantu dengan ventilator. 

Kemudia pada Rabu, kondisi pasien tidak bisa dipertahankan dan meninggal dunia dengan status pasien PDP.