Unikama berikan kuota gratis 20 gigabyte untuk pembelajaran daring. (Ist)
Unikama berikan kuota gratis 20 gigabyte untuk pembelajaran daring. (Ist)

MALANGTIMES - Wabah covid 19 berdampak pada berbagai sektor. Salah satunya  pembelajaran bangku kuliah. 

Saat ini pembelajaran para mahasiswa dilakukan kampus-kampus secara daring atau online. Begitu pula  halnya Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama).

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

Rektor Unikama Dr Pieter Sahertian menjelaskan, dalam pembelajaran daring tersebut, pihaknya sempat mendapat keluhan dari para mahasiswa. Mahasiswa  mengeluh kuliah daring menjadi beban tersendiri dalam hal perekonomian. Pasalnya, para mahasiswa merasa keberatan akan kuota internet yang digunakan dalam pembelajaran daring. Mahasiswa mengaku membutuhkan banyak kuota internet dan harganya mahal. 

Melihat hal tersebut, Unikama kemudian berinisiatif mencari solusi terkait hal tersebut. Pihak Unikama bekerja sama dnegan salah satu provider seluler akan membagikan kuota secara gratis kepada 4.000 lebih nomor seluler mahasiswa Unikama untuk digunakan dalam pembelajaran daring.

"Kebetulan juga ada surat edaran dari dirjen dikti untuk kampus bisa mencarikan solusi permasalahan tersebut. Dan kemudian kami coba cari informasi sampai kemudian dapat ada salah satu provider yang bisa kerja sama," jelas Pieter.

Setalah terjalin kerja sama, Unikama sepakat untuk memberikan masing-masing mahasiswa bantuan kuota sebesar 10 gigabyte untuk satu bulan. Bantuan kuota tersebut akandiberikan kepada masing-masing mahasiswa selama dua bulan.

Baca Juga : Cegah Covid 19 Pada Lansia dan Anak-Anak, Pemkot Batu Akan Beri Tambahan Nutrisi

"Sehingga kalau satu bulan 10 gigabyte, maka dua belum totalnya 20 Gggabyte. Pembelajaran daring kami akukan sampai akhir semester," kata Pieter.

Untuk mekanisme pemberian kuota khusus untuk pembelajaran daring, saat ini nomor-nomor para mahasiswa telah didata dan kemudian akan disetorkan kepada salah satu provider seluler. "Nanti pihak provider seluler yang akan meng-inject kan ke masing-masing nomor mahasiswa. Kami imbau juga para mahasiswa bisa memanfaatkan kuota yang diberikan untuk pembelajaran, bukan untuk digunakan hal yang lain. Saya kira 10 gigabyte untuk pembelajaran satu bulan sudah cukup," ungkap Pieter.