Jenasah korban yang ditemukan di pinggir sungai saat dievakuasi ke RSSA Malang (Foto : Polsek Ngajum for MalangTIMES)
Jenasah korban yang ditemukan di pinggir sungai saat dievakuasi ke RSSA Malang (Foto : Polsek Ngajum for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Masyarakat yang tinggal di kawasan Sungai Babar, di Desa Kranggan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang dibuat gempar.

Kehebohan warga itu disebabkan karena menemukan mayat berjenis kelamin laki-laki, yang ditemukan terkapar di pinggir sungai, Senin (6/4/2020).

Baca Juga : Mau Beli Handphone Todongkan Pistol, Pria Ini Ditangkap Polisi

”Sementara ini identitas jenazah masih berstatus Mr x (tanpa identitas). Saat ditemukan pertama kali memang ada luka di tubuh korban. Tapi dari hasil otopsi luar, luka tersebut diduga bukan karena penganiayaan melainkan karena terjatuh ke sungai,” kata Kapolsek Ngajum, AKP Ainun Djariyah, Selasa (7/4/2020).

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Ngajum, Ipda Eka Yuliandri Aska, menjelaskan jika penemuan mayat tersebut diketahui pertama kali oleh Anang Wahyu. 

Sore itu, salah satu warga Dusun Sumber Beji, Desa Kranggan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang tersebut, hendak pergi mancing ke sungai Babar.

Setibanya di lokasi kejadian, pria 33 tahun itu melihat ada tubuh manusia yang mengapung dan tersangkut di pinggir sungai tersebut. 

Kejadian inipun kemudian dilaporkan ke perangkat desa setempat sebelum akhirnya dilaporkan ke Polsek Ngajum.

”Anggota beserta warga yang tiba di lokasi kejadian sempat membawa tubuh korban ke pinggir sungai. Namun saat dicek kondisinya ternyata sudah meninggal dunia,” kata Aska, Selasa (7/4/2020).

Untuk memastikan penyebab kematiannya, lanjut Aska, jenasah korban dibawa ke salah satu rumah warga untuk dilakukan visum luar oleh petugas medis dari Puskesmas Ngajum.

Namun setelah diperiksa, petugas tidak menemukan luka bekas penganiayaan di tubuh korban. 

”Untuk memastikan penyebab kematian korban, jenasahnya kami evakuasi ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang) untuk divisum,” sambung Aska.

Hingga berita ini ditulis, polisi masih mendalami penyebab sekaligus identitas korban. 

Sejauh ini, sudah ada beberapa saksi yang dimintai keterangan oleh polisi. 

Baca Juga : Hampir Diamuk Warga, Pelaku Pembobolan Ruko Karaoke di Blimbing Ternyata...

”Kalau dari informasi yang beredar, korban ini merupakan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa). Namun itu masih dugaan, yang pasti sampai saat ini masih kita dalami identitas dari pria yang diperkirakan berusia 50 tahun tersebut,” ucap Aska.

Dugaan jika korban adalah ODGJ, juga diperkuat dengan keterangan salah satu saksi yang bernama Trianto. 

Kepada petugas, ketua RW setempat itu mengaku jika sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat duduk di pos kampling disekitar lokasi kejadian, Minggu (5/4/2020) petang.

”Ketua RW setempat sempat mendatangi korban saat berada di pos kampling, namun pas ditanya korban terlihat linglung. Selain itu yang bersangkutan juga tidak bisa menunjukkan kartu identitasnya,” ucap Aska.

Paska duduk di pos kampling tersebut, korban sudah tidak diketahui lagi keberadaannya. 

Sehari kemudian, jasad pria yang berusia sekitar kepala lima itu ditemukan meninggal dunia di Sungai Babar, di Desa Kranggan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.

”Penyebab kematiannya diduga korban terpeleset ke sungai, sebab dari hasil visum luar petugas menemukan luka di kedua pelipis korban. Luka tersebut diduga karena terbentur bebatuan di sungai,” tutup Aska yang juga pernah menjabat sebagai Kasubag Humas Polres Malang ini.