Pelaku Adrian Kristianto Johan (24) dalam cuplikan video saat melakulam aksinya di counter handphone di Jalan Sumedang, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (11/4/2020) malam. (Foto: Istimewa)
Pelaku Adrian Kristianto Johan (24) dalam cuplikan video saat melakulam aksinya di counter handphone di Jalan Sumedang, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (11/4/2020) malam. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Aksi kriminalitas bersenjata api membuat warga Kabupaten Malang ketakutan. Hal itu seperti halnya dialami warga di  Jalan Sumedang, Kepanjen, Kabupaten Malang malam, Sabtu (11/4/2020). Sekitar pukul 22.45 WIB pelaku mendatanig  Counter Handphone Lorbo Cell oleh pria tambun yang mabuk dan mengamuk, sambil mengancam pemilik toko menggunakan senjata api.

Insiden itu diketahui setelah dipublikasikan di akun pribadi Instagram milik anak dari pemilik counter @qanitafachirah. Dia memperlihatkan tayangan arogansi pria tersebut. 

Dengan menggunakan topi hitam, masker berwarna hitam, baju putih, bercelana pendek, serta mengalungkan tas yang diduga untuk menyimpan senjata api yang akan ditodongkan. Hal ini terdengar dari suara bapak yang merespons aksi premanisme pelaku.

"Bawa pistol kamu ?" tanya bapak tersebut kepada pria preman tersebut.

Pelaku tersebut menjawab, "Ayo, iyo lapo," jawab dia dengan beteriak-teriak dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas.

Mendengar hal itu, bapak tersebut mempersiapkan antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pelaku langsung kembali ke atas sepeda motor matic berwarna oranye dan mengarah ke daerah Pagak. 

Pelaku tersebut mengarahkan tangannya ke arah selatan dan beteriak, "Yonzipur kono," teriaknya. 

Dalam unggahan videonya, di akun Instagram @qanitafachirah menjelaskan kronologi datangnya pria preman berbadan tambun tersebut.

"Baru aja dia dateng bau alkohol. Posisi toko mau tutup tapi di depan toko ada bbrp orang dan dia nyuruh mereka buat pergi. Belagak dia sok sok an mau beli hp 3 biji yg dia pilih harganya diatas 5jt an," tulis caption di unggahan @qanitafachirah.

"Tapi dia GAK ngeluarin duit dan sepertinya emg gabawa duit tapi minta hp nya dibuka," imbuhnya.

Mama dari Qanita sempat curiga dengan aksi yang dilakukan pelaku yang datang dengan plat nomor sepeda motor yang ditekuk, terlebih setelah pria tersebut mengeluarkan pistol.

"Pas mama saya udah curiga dia ngeluarin pistol. Udah jelas direncanain platnya juga sudah ditekuk. Dia juga sempet ngaku2 kalau dia anggota sipur kepanjen," ungkap Qanita.

Terpisah Kapolsek Pagak AKP Sumarsono saat dikonfirmasi oleh MalangTIMES menuturkan kronologi kejadian yang terjadi kemarin malam itu (11/4/2020).

"Sementara masih dalam pemeriksaan dari Polsek (Pagak) karena TKP nya sementara melakukan tindakan di Kepanjen, kemudian di Pagak Gampingan. Pada saat ditangkap itu ya melakukan perlawanan," tuturnya, Minggu (12/4/2020).

Pada saat penangkapan pelaku yang bernama Adrian Kristianto Johan (24) itu
di indikasikan sedang mabuk, diketahui sedang berada di sebuah warung. Petugas Polsek Pagak meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menangkap pelaku tersebut. 



Terkait video yang beredar saat penangkapan di warung pelaku juga sempat melakukan perlawanan dengan memukul warga, Sumarsono membenarkan hal itu.

"Kebetulan di warung itu mau ditangkap, kemudian melakukan perlawanan," ujarnya.

Lebih lanjut Sumarsono menjelaskan bahwa tidak hanya di Kepanjen saja pelaku melancarkan aksinya, di Gampingan, Pagak juga melakukan aksi tetapi beda perkara. 

"Kebetulan di Gampingan (Pagak) tidak melakukan itu (aksi yang sama), kebetulan hanya melakukan pembubaran di rumah warga, kemudian menyuruh masyarakat bubar, kemudian mengambil dompet di tempat itu. Ngambil dompet dia pergi ke warung itu," jelasnya.

Sebelumnya juga pelaku mengaku sebagai anggota Yonzipur 5 Kepanjen. Berkaitan dengan hal ini, Sumarsono juga memberikan penjelasan bahawa pelaku bukan anggota Yonzipur 5 Kepanjen.

"Kalau informasinya memang dia ngaku zipur, tapi memang dia bukan orang zipur. Dia orang sipil," tandasnya.

Menurut keterangan Sumarsono, dari kejadian ini tidak terdapat korban jiwa hanya saja beberapa barang bukti telah berhasil diamankan oleh petugas Polsek Pagak beserta pelaku untuk pendalaman kasus ini.

"Sementara korban tidak ada. Barang bukti ada pisau, ada pistol mainan, ada dompet, sudah diamankan di Polsek untuk barang bukti. Masih di dalami, sementara sudah di tahan di Polsek Pagak," tutupnya.