Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Layanan online Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang kembali dikeluhkan. Kali ini, masyarakat mengeluh lantaran layanan online tak jauh berbeda dengan layanan tatap muka yang biasanya dilaksanakan di kantor kelurahan maupun Kantor Dispendukcapil Kota Malang.

Keluhan salah satunya datang dari warga Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Rifandi, saat hendak mengurus akta anaknya menggunakan layanan online. Sejak awal, Rifandi dan istri memang memutuskan untuk memanfaatkan layanan online tersebut.

Baca Juga : Pemprov Jatim Buka Posko Pendampingan Pendaftaran Program Kartu Prakerja di 56 Lokasi

Apalagi, sesuai dengan pengumuman yang dibuat Dispendukcapil Kota Malang belum lama ini, seluruh layanan kependudukan dilaksanakan melalui layanan online. Hal itu untuk menghindari tatap muka selama masa pandemi covid-19 ini.

Sebagaimana pengumuman yang dibuat pada pertengahan Maret lalu, untuk pengurusan adminduk secara online, telah disediakan tujuh hotline yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Ketujuhnya adalah nomor WA untuk pelayanan perkawinan dan perceraian, kelahiran, kematian dan kewarganegaraan serta  pengesahan anak, pencarian dokumen, konsolidasi dan verifikasi data, kartu keluarga (KK) dan KTP,  serta SK PWNI, SKKT dan SKOT.

"Saya dapat informasinya dari Facebook Dispendukcapil Kota Malang, akhirnya saya memanfaatkan layanan online tersebut," katanya.

Secara rinci Rifandi menjelaskan bahwa berkas yang dibutuhkan untuk pemenuhan syarat kepengurusan akta telah dikirimkan pada hotline WhatsApp yang dimaksud. Saat itu, ia langsung mendapat respons dari petugas.

Berkas yang dikirmkan ke nomor hotline terebut berbentuk file PDF sebagaimana yang disampaikan petugas. Namun tak lama setelah mendapat respons, petugas kembali menghubungi Rifandi agar datang ke kantor kelurahan.

"Jumat (3/4/2020) saya kirim berkas yang saya scan ke PDF. Lalu Senin (6/4/2020) kemarin saya diminta ke kantor kelurahan. Saya tanya petugasnya apakah untuk ambil berkas yang sudah jadi. Katanya untuk serahkan berkas asli ke petugas di kelurahan," terangnya.

Pada Senin (6/4/2020) ia beserta anak dan istrinya membawa berkas asli ke kantor kelurahan. Namun saat sudah di kantor kelurahan, ia tak menemukan satu pun petugas Dispendukcapil Kota Malang. Bahkan dia diarahkan petugas kelurahan untuk memanfaatkan layanan online sebagaimana yang sudah ia coba pada Jumat sebelumnya.

"Jam layanan dari pukul 08.00 WIB sampai 11.00 WIB untuk Senin sampai Kamis. Jumat katanya dari pukul 08.00 WIB sampai 10.00 WIB. Nah Senin itu saya datangnya pukul 10, petugasnya sudah tidak ada," imbuhnya.

Baca Juga : Peletakan Batu Pertama, Mini Block Office Ditarget Akhir Tahun Ini Rampung

Dia pun menyayangkan layanan Dispendukcapil tersebut. Sebab, sejak awal dia berpikir jika pemanfaatan secara online tak mengharuskan dirinya mendatangi kantor kelurahan ataupun kantor Dispendukcapil. Namun pada kenyataannya, ia mendapati layanan yang tak jauh berbeda dengan layanan secara manual.

"Yang bikin saya bertanya-tanya juga itu, apa bedanya ini dengan layanan seperti biasanya? Kalau online, semestinya saya nggak harus ke kantor mengurus itu," imbuhnya.

Menanggapi itu, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Kota Malang Raymond G. Matondang menjelaskan, upaya pengecekan data secara berlapis memang dilakukan sejak beberapa waktu terakhir. Hal itu untuk menghindari adanya pemalsuan data yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab.

Pasalnya, belum lama ini terdapat oknum tak bertanggung jawab yang mengirimkan data kependudukan palsu. Sehingga, upaya kroscek berlapis dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian sekaligus untuk menepis upaya penipuan yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab.

"Terkadang, penerimaan menggunakan WA dan tatap muka langsung ada perbedaan. Memang masih ada kekurangan dan proses penyempurnaan. Kami mohon maaf kepada masyarakat apabila masih ada kekurangan," ucap Raymond.