Petugas saat mengevakuasi kedua pekerja yang tertimbun tanah galian untuk dibawa ke rumah sakit (Foto : Istimewa)
Petugas saat mengevakuasi kedua pekerja yang tertimbun tanah galian untuk dibawa ke rumah sakit (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - PDAM Kota Malang, atau yang lebih dikenal sebagai Perumda Tugu Tirta Kota Malang kembali menjadi sorotan. 

Bukan karena banyaknya keluhan warga yang sambat karena mampetnya air pelayanan.

Baca Juga : Sehari 9 Korban Covid-19 di Surabaya Meninggal, Gubernur Minta Contoh Magetan Tekan Kasus

Namun, salah satu proyek yang diawasi oleh perusahaan daerah yang dipimpin oleh M Nor Muhlas itu, menelan satu korban jiwa.

Berdasarkan data yang dihimpun kepolisian, korban yang meninggal itu bernama Trijati Mulyono warga Dusun Krawan, Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Pria 39 tahun itu, meninggal dunia saat mengerjakan proyek pemasangan pipa Perumda Tugu Tirta Kota Malang, pada Jumat (3/4/2020) malam. 

”Akibat kejadian ini, 1 korban meninggal dan 1 korban lainnya pingsan. Korban yang pingsan itu diduga karena kelelahan saat berupaya menolong temannya,” kata Kapolsek Tumpang, AKP Bambang Sidik Achmadi, Sabtu (4/4/2020).

Korban yang kelelahan tersebut, lanjut Bambang, diketahui bernama Lolok Wantoro warga Dusun Tamangilang, Desa Tamankuncaran, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.

Sesaat setelah pingsan, pria 42 tahun itu dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. 

”Kasusnya saat ini sudah kami limpahkan dan ditangani Polres Malang,” ucap Kapolsek Tumpang.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Tumpang, Ipda Heriyani, menjelaskan jika kejadian nahas yang menelan satu korban jiwa itu terjadi pada Jumat (3/4/2020) sekitar pukul 20.00 WIB.

”Saat kejadian, korban (Trijati Mulyono) dan ketiga rekannya sedang mengerjakan proyek pemasangan pipa yang ada di depan Musala Miftahul Ula,” kata Heriyani sembari mengatakan jika lokasi kejadiannya di Dusun Glagadowo, Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Dijelaskan Heriyani, ketiga pekerja yang melakukan penyambungan pipa bersama korban Mulyono tersebut, masing-masing bernama Lolok Wantoro, M Nurul Hakim (29) warga Jalan Panglima Sudirman,  Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang dan Nuralim (42) warga Desa Kedawun Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

”Keempat pekerja ini menyambung pipa dengan cara pengelasan. Sedangkan pipa yang disambung tersebut posisinya berada didalam tanah dengan kedalaman kurang lebih sekitar 2 meter,” jelas Heriyani.

Semula semua berjalan seperti yang diharapkan.

Namun sekitar 30 menit setelah masuk kedalam galian untuk mengelas. 

Tiba-tiba, gundukan tanah galian tersebut amblas dan menimpa para pekerja PT Wijaya Karya (WIKA) tersebut.

Baca Juga : Pasien Positif Covid-19 Meningkat, Polres Malang Ancam Warga yang Tolak Pemakamannya

”Awalnya yang tertimpa tanah galian itu adalah korban Mulyono dan Nuralim. Tapi kedua rekannya yang mengetahui kejadian itu, seketika menolong mereka dan sempat hendak tertimbun juga,” jelas mantan Kanit Reskrim Polsek Gondanglegi ini.

Upaya yang dilakukan Nurul Hakim dan Wantoro akhirnya membuahkan hasil. 

Saat itu, korban yang tertimbun yakni yang bernama Nuralim berhasil diselamatkan. 

Namun saat hendak mengangkat tubuh Mulyono, kedua temannya yang menolong korban kehabisan tenaga.

Bahkan, salah satu korban yakni Wantoro sempat pingsan sebelum akhirnya diselamatkan oleh temannya yang bernama Nurul Hakim. 

Dengan sisa tenaga yang ada, saksi juga sempat mengangkat tubuh korban yang bernama Mulyono.

Namun, meski berhasil diangkat oleh Nurul Hakim, korban atas nama Mulyono tersebut tidak bisa diselamatkan nyawanya dan akhirnya meninggal dunia. 

”Korban yang pingsan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Sentosa Tumpang. Sedangkan korban yang meninggal jasadnya dievakuasi ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang) untuk dilakukan visum,” ungkap Heriyani.

Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih mendalami hasil olah TKP atas kejadian dugaan kecelakaan kerja yang menelan satu korban jiwa tersebut. 

Selain itu, petugas juga memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan.

”Informasinya proyek penyambungan pipa PDAM Kota Malang itu sudah berjalan selama beberapa minggu. Kalau tidak salah sekitar 3 mingguan sebelum akhirnya menelan korban jiwa,” tutup Heriyani sembari mengatakan kasusnya kini ditangani Polres Malang.