Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Kesehatan

Memasuki Musim Pancaroba, Pemerintah Khawatirkan DBD Memperparah Kondisi Covid-19 yang Sedang Melanda Indonesia

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : A Yahya

03 - Apr - 2020, 20:02

Nyamuk Aedes Agypti penyebab utama terjadinya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). (Foto: Istimewa)
Nyamuk Aedes Agypti penyebab utama terjadinya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Memasuki musim pancaroba di Indonesia, penyakit musiman yakni Demam Berdarah Dengue (DBD) dikhawatirkan akan memakan korban.

Penyakit yang seringkali menyerang masyarakat Indonesia di Bulan April hingga Mei dikhawatirkan akan memperparah kondisi kasus Covid-19 yang sedang melanda dunia khususnya Indonesia. 

Achmad Yurianto selaku Juru Bicara Pemerintah mengatakan bahwasannya memasuki Bulan April, menandakan musim pancaroba akan segera datang.

"Pada musim pancaroba di bulan-bulan April-Mei secara statistik data kita masih sering menunjukkan peningkatan kasus Demam Berdarah. Oleh karena itu jangan sampai ini memperburuk kondisi pandemi Covid-19," ucapnya saat Konferensi Pers di Kantor BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Musim pancaroba yang di prediksi terjadi di sekitar Bulan April-Mei dihimbau agar masyarakat terus waspada dengan penyakit yang seringkali hadir yakni Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kewaspadaan itu dapat ditunjukkan dengan harus seringkali membersihkan lingkungan sekitar untuk kenyamanan masyarakat itu sendiri. Achmad Yurianto juga mengingatkan untuk masyarakat selamat berkegiatan di rumah agar melakukan kegiatan produktif seperi pembersihan sarang nyamuk di lingkungan masing-masing. 

"Lakukan pembersihan sarang nyamuk di rumah. Waktu kita cukup banyak berada di rumah," ujarnya. 

Berdasarkan data di Kementrian Kesehatan RI, mulai Bulan Januari hingga Maret 2020 tercatat terdapat 17.280 kasus DBD. Dalam tiga bulan pertama awal tahun 2020 ini tercatat total orang yang meninggal akibat DBD sebanyak 104 orang dan Provinsi Nusa Tenggara Timur tercatat sebagai daerah yang korbannya paling banyak yakni mencapai 32 orang. 

Terdapat juga pasien DBD yang meninggal dunia di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur. Ini yang membuat Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat dan Jawa Timur menjadi zona merah penyakit DBD.

Sedangkan untuk wilayah Lampung, Jawa Tengah, Bengkulu, Sulawesi Tenggara, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan dan Sulawesi Tengah ditetapkan sebagai zona kuning penyakit DBD. 

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto juga menyebutkan bahwa terdapat tiga daerah yang menjadi tiga besar dalam sebaran penyakit DBD ini.

"Paling banyak meninggal kemarin adalah NTT kemudian Jawa Barat dengan Demam Berdarahnya, Lampung. Itu urutannya," bebernya kepada pewarta.

Terawan juga menuturkan bahwa pentingnya pemberantasan sarang nyamuk dan beberapa langkah lainnya.

"Jadi PSN itu harus dilakukan. Preventif itu harus dilakukan, preventif dan promotif. Karena demam berdarah ini sangat mematikan, 100 lebih yang meninggal seluruh Indonesia," tandasnya.


Topik

Kesehatan malang berita-malang berita-hari-ini Pandemi-Corona Musim-Pancaroba Khawatirkan-DBD Demam-Berdarah-Dengue Konferensi-Pers-di-Kantor-BNPB-Jakarta Lakukan-pembersihan-sarang-nyamuk-di-rumah dihimbau-agar-masyarakat-tetap-terus-waspada


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

A Yahya