Langkah Perumda Tirta Kanjuruhan dalam pencegahan Corona terbaru yaitu baca meteran air mandiri (Perumda Tirta Kanjuruhan for MalangTimes)
Langkah Perumda Tirta Kanjuruhan dalam pencegahan Corona terbaru yaitu baca meteran air mandiri (Perumda Tirta Kanjuruhan for MalangTimes)

MALANGTIMES - Kabupaten Malang sebagai zona merah sebaran virus Covid-19 di Jawa Timur (Jatim) terus melawan dengan berbagai upaya. Kabar baik dengan sembuhnya 4 pasien positif Corona, menjadi bukti bahwa seluruh elemen berjuang bersama mengentaskan virus Corona di Bumi Arema.

Tak terkecuali dengan Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang yang di masa normal,  para petugasnya melakukan cek meteran air para pelanggannya secara berkala. Door to door.

Tapi, dengan kondisi wabah saat ini, sekaligus bentuk kepatuhan terkait instruksi pemerintah pusat, maka pola pengecekan door to door yang dimungkinkan bisa jadi perantara penyebaran virus Corona, diubah melalui kebijakan baca meteran air mandiri.

Baca Juga : Aksi Tak Terpuji Bule di Bali, Pandemi Covid-19 Malah Party

"Baca meteran air mandiri kita luncurkan di tengah pandemi Corona. Sekaligus sebagai bentuk penerapan phsysical distancing untuk ikut serta mencegah sebaran virus saat ini," kata Syamsul Hadi Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Kamis (2/4/2020).

Baca meteran mandiri, lanjutnya, merupakan langkah dimana pelanggan bisa berpartisipasi untuk cek pengeluaran air bersihnya sendiri tanpa perantara petugas seperti biasanya. Dimana, cara baca meteran mandiri ini cukup sederhana untuk dipraktikkan masyarakat.

"Jadi pelanggan cukup foto meter air dengan jelas dan catat angka stand meternya. Setelah itu kirim foto dengan format yang kita tentukan," urai Syamsul.

Dari informasi resmi Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, langkah pelanggan baca meteran airnya adalah sebagai berikut :
1. Pelanggan setelah memfoto meteran airnya, juga mencatat angka stand meterannya yang berwarna hitam.
2. Kirim foto dengan format nomor saluran (sesuai meteran) #angka stand meteran dan kirim ke WA 08113660000.
3. Kirim mulai tanggal 5-15 April 2020.

"Jika pelanggan tak mengirim data baca meteran air sampai 15 April, maka pemakaian menggunakan rata-rata 3 bulan terakhir," ujar Syamsul.

Baca Juga : Aksi Tak Terpuji Bule di Bali, Pandemi Covid-19 Malah Party

Lewat baca meteran air itu, tegasnya, diharapkan menjadi bagian perlawanan pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Malang terhadap sebaran virus Corona yang kini status ODR, ODP dan PDP nya masih terbilang banyak.

"Ini langkah kita dalam pandemi Corona. Kita berharap banyak masyarakat juga ikut serta terkait hal ini," tandasnya.