Layar tangkap @WHOIndonesia terkait penyemprotan disinfektan ke tubuh manusia (Ist)
Layar tangkap @WHOIndonesia terkait penyemprotan disinfektan ke tubuh manusia (Ist)

MALANGTIMES - Pembuatan bilik disinfektan sedang ramainya di tengah sebaran virus Covid-19 di berbagai daerah, tak terkecuali di Kabupaten Malang.
Berbagai permukiman dan perkantoran mulai terlihat adanya bilik-bilik disinfektan. Dimana setiap orang yang akan masuk harus melaluinya untuk disemprot tubuhnya dengan cairan disinfektan.

Penyemprotan cairan disinfektan ini pun terkadang bisa dilihat di beberapa kegiatan. Di mana petugas langsung menyemprotkan cairan yang diduga bisa membunuh virus covid-19 ke sekujur tubuh manusia.

Baca Juga : Bantuan APD Tenaga Medis Datang di Kota Batu, Diperkirakan Cukup hingga Akhir April

Maraknya bilik disinfektan ini yang membuat WHO Indonesia melalui akun resminya @WHOIndonesia menciutkan perihal itu.
"#Indonesia, jgn menyemprot disinfektan langsung ke badan seseorang, karena hal ini bisa membahayakan. Gunakan disinfektan hanya pd permukaan benda-benda. Ayo #LawanCOVID19 dgn tepat! ," cuitnya, Senin (30/3/2020).

Selain cuitan itu WHO Indonesia juga menyertakan gambar berupa pertanyaan terkait hal itu. "Apakah menyemprot tubuh dengan alkohol atau klorin dapat membunuh Corona virus baru?"

Jawaban tegas dari WHO Indonesia adalah, "Tidak. Menyemprot alkohol atau klorin pada tubuh seseorang tak akan membunuh virus yang sudah masuk dalam tubuh,".

Tak hanya itu, lanjutnya,  "menyemprot bahan-bahan kimia seperti itu dapat membahayakan jika terkena pakaian atau selaput lendir (contoh mata, mulut). Ingat alkohol atau klorin bisa berguna sebagai disinfektan pada permukaan, namun harus dipergunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya,".

Keterangan dari WHO Indonesia itu pun mendapat respons terbilang banyak dari warganet. Terdapat 12,3 ribu yang mencuit ulang apa yang dituliskan terkait bahaya menyemprotkan disinfektan ke tubuh.

Warganet juga menambahkan keterangan terkait larangan itu. Akun @dvoriano menuliskan, "Diperjelas lagi mince, desinfektan untuk peralatan/benda mati, antiseptik untuk jaringan hidup, jangan pake desinfektan untuk permukaan jaringan hidup seperti kulit karena akan mengiritasi jaringan," cuitnya.

Pernyataan WHO Indonesia itu pun mendapat ragam tanggapan juga warganet. Dimana, ada yang membenarkan bahwa cairan disinfektan bisa membahayakan bila disemprotkan ke tubuh manusia. Sebagian lainnya menyatakan hal berbeda dan memberi kritik ke WHO.

@nyinyir404 :"WHO cuma kebanyakan teori saja. Bilang klorokuin tdk utk obat corona, bilang disinfektan berbahaya, bilang masker hanya utk orang sehat. TAPI MRK GAK PUNYA SOLUSI. Coba kl ikut saran WHO orang sehat gak pake masker, sy yakin yg tertular akan jauh lebih banyak lagi," cuitnya terlihat kesal.

Senada dengan akun di atas, @AmithA_HirscH menyampaikan, "Pokoknya Indo bikin apa WHO selalu bilang beda, jangan, g boleh... Solusi g ada  Di semprot juga g sering kok, never mind... G usah terlalu ngatur Indo... Lu urus Italia Amerika sono... Ventilator kurang, APD kurang, obat kurang, ngeyelnya banyak...," tulisnya.

Baca Juga : Physical Distancing di Kota Batu Juga Dilakukan di Desa-Desa Hingga Mei

Akun @MfajaruS menambahkan dengan pengalamannya selama ini terkait persoalan bahaya dan tidaknya cairan disinfektan yang disemprotkan ke tubuh manusia langsung.

"Dulu sempet kerja di poultry.. kita bahkan nyelem bak densinfektan yg memilikir kadar clorine, 1 hari bisa 3 bahkan 4x nyelem.... (beneran nyelem, pala masuk, gabisa nafas, disinfektan setubuh). Kami pekerja tidak ada permasalahan dengan kesehatan," cuitnya.

Ragam tanggapan atas pernyataan WHO Indonesia ini, sebenarnya sempat dijawab oleh beberapa pihak. Misalnya, pernyataan dari Ketua Departemen Farmasetika Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga Surabaya (Unair), Retno Sari, yang memastikan kandungan yang ada di dalam cairan disinfektan, baik yang disemprot maupun yang terdapat dalam bilik sterilisasi itu aman. 

Dikutip dari laman humas.surabaya.go.id tanggal 29 Maret 2020, Retno menyampaikan, bahwa bahan disinfektan di bilik sterilisasi atau bilik disinfektan adalah benzalkonium chloride yang surfaktan. Artinya, bahan itu akan mempengaruhi permukaan. 

"Biasanya kalau sabun itu termasuk surfaktan. Bahan aktif sabun itu termasuk surfaktan. Artinya kalau kita mencuci tangan dengan sabun, itu bahan-bahan yang lemak protein itu akan berikatan kemudian dia akan terjadi menggumpal kemudian akan merusak,” urainya.

Retno melanjutkan, "Jadi bahan yang digunakan selama ini untuk bilik itu tentu saja dengan kadar yang aman. Kalau ada yang menyampaikan ada efek samping dan sebagainya semua bahan akan digunakan tidak sesuai dengan kadarnya itu pasti ada efek sampingnya,” tandasnya.