MALANGTIMES - Walaupun usianya tidak lagi muda, namun Umiarsih yang sudah memiliki 10 anak dan 6 cucu ini 4 masih energik mengemban amanah sebagai komandan Perlindungan Masyarakat (Linmas).
Sejak 2007, nenek kelahiran 10 Agustus 1965 ini memegang komando, mengamankan wilayah Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Bersama 35 anggota Linmas lainnya, Umiarsih pun selalu siap menjaga keamanan wilayahnya.
Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat
Tidak hanya itu, saat dibutuhkan masyarakat, maka ia pun segera datang membantu. Ia menceritakan, bahwa dirinya pernah menerima laporan warga, jika ada wanita idaman lain (wil) yang mencoba bunuh diri di jalan raya.
Tanpa ragu, Umiarsih langsung ke lokasi. Karena memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, Umiarsih berhasil membujuk wanita itu dan menyelamatkannya.
Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban bagian dari tugas negara yang harus diemban dengan tulus dan ikhlas. "Ini tugas yang harus saya laksanakan," tegas Umiarsih kepada MALANGTIMES.
Di masyarakat, Umiarsih dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Selain menjabat Komandan Linmas, wanita penghobi akik ini juga aktif di PKK dan kelompok tani. Tidak heran jika banyak masyarakat menaruh simpati kepadanya, tidak terkecuali Walikota Malang, Mochammad Anton.
Saat bertemu Umiarsih, Mochammad Anton mengatakan jika dirinya kagum dengan semangat pengabdian Umiarsih.
Baca Juga : Usul Pemakaman Nakes Covid-19 di TMP & Anugerah Bintang Jasa Berujung Bully untuk Ganjar
"Bangga melihat kegigihan Umiarsih, semoga banyak yang mengikuti jejaknya," ucap walikota yang akrab disapa Abah Anton ini.
Umiarsih juga kagum dengan kepemimpinan Abah Anton yang merakyat, dan mau mendengarkan aspirasi masyarakat. (*)
