Pemberian hand sanitizer Fakultas Saintek UIN Malang ke mahasiswa penghuni ma'had. (Foto: Humas)
Pemberian hand sanitizer Fakultas Saintek UIN Malang ke mahasiswa penghuni ma'had. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Guna mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 di lingkungan kampus, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) memproduksi hand sanitizer massal. Sejumlah 4 ribu botol hand sanitizer berhasil dibuat dalam waktu dua hari.

Produksi hand sanitizer massal tersebut dibuat oleh Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Malang, melibatkan 20 mahasiswa jurusan Kimia dengan didampingi dosen dan laboran kimia.

Baca Juga : Sudah Diwajibkan, Pemerintah Kabupaten Malang Bakal Bagikan 120 Ribu Masker ke Masyarakat

 

"Produksi hanya dikasih waktu 2 hari. Jadi memang kita maraton," ungkap Dekan Saintek Dr Sri Harini MSi kepada MalangTIMES.

Ketua Satgas Covid-19 khusus untuk penyediaan peralatan dan bahan-bahan pencegah Covid-19 ini menyampaikan, hand sanitizer tersebut dibagikan kepada seluruh mahasiswa di ma'had dan ruang-ruang publik di kampus UIN Malang.

"Mahasiswa di ma'had wajib kita bekali satu-satu untuk proteksi anak-anak karena mereka kan sering keluar cari makan dan sebagainya," terang dia.

Pendistribusian hand sanitizer di ma'had sendiri dilakukan oleh masing-masing penanggung jawab gedung.

Sementara itu, beberapa mahasiswa ma'had ada yang pulang ke rumah. Maka sisa hand sanitizer yang masih ada diletakkan di ruang-ruang publik yang ada di UIN Malang. Seperti di dekat finger print, dekat pintu masuk ruang rektorat dimana banyak lalu lalang orang, dan sebagainya.

"Sejumlah 3 ribu (hand sanitizer) kita distribusikan di ma'had karena beberapa (mahasiswa) sudah pulang. Yang seribu kita distribusikan ke fakultas. Masing-masing fakultas kita siapkan 50," timpalnya.

Baca Juga : Pasien Positif Tembus 4.241 Kasus, Hari Ini Jawa Timur Penyumbang Tertinggi

 

Lantaran sulitnya mencari botol, maka hand sanitizer yang dibuat bervariasi. Ada yang berisi 60 ml dan ada yang 50 ml. Sementara untuk takaran alkoholnya, Tim Saintek mengikuti standar dari WHO. Setelah itu, ditambah dengan pelembab agar ramah di kulit.

"Kita bikin yang 75 persen tapi masih mengikuti standar WHO. Karena tidak boleh terlalu pekat, karena terlalu pekat malah meningkatkan imunitas virus," tandasnya.