Undangan resepsi pernikahan pasangan Fauzia dan Muchsin (dokumentasi Muchsin for MalangTIMES).
Undangan resepsi pernikahan pasangan Fauzia dan Muchsin (dokumentasi Muchsin for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Hampir gagal gelar resepsi pernikahan, pasangan Fauzia dan Muchsin nampaknya sudah boleh sedikit tersenyum lega.

Pasalnya, gedung yang disewa untuk akad nikah dan resepsi pernikahan pada Jumat (20/3/2020) mendatang akan dicarikan solusi terbaik.

Baca Juga : Ini Alasan Kabag Protokoler Pemkot Batu yang Hadir di Polresta Malang Terkait Kasus Tabrak Lari

Rencananya, Rabu (18/3/2020) besok pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang sebagai pihak pengelola Gedung Kesenian Gajayana yang disewa calon pengantin akan melakukan koordinasi lebih lanjut.

"Akan kami carikan solusi yang tepat besok, karena memang undangan sudah disebar," kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Andayoen Sri Afriana, Selasa (17/3/2020).

Andayoen menyampaikan, ada beberapa solusi yang mungkin bisa ditawarkan terkait problem tersebut. 

Di antaranya penyewa gedung harus menyediakan hand sanitizer bagi tamu undangan yang datang. 

Selain itu juga menyediakan berbagai kebutuhan pencegahan sesuai protokol yang berlaku.

Kebijakan tersebut menurutnya dapat diambil lantaran prosesi pernikahan sudah di depan mata. 

Sehingga, penyewa gedung diperkenankan menggelar resepsi.

"Karena undangan sudah terlanjur menyebar, maka kami antisipasi dengan penyediaan hand sanitizer atau antiseptik dan pencegahan lainnya," katanya.

Sementara untuk penyewa gedung yang masih belum menyebarkan undangan diminta untuk melakukan penundaan sesuai surat edaran yang telah ditandatangani Wali Kota Malang. 

Salah satunya adalah mengurangi kegiatan dengan jumlah kerumunan yang besar. Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran virua corona.

Selain diwajibkan menyediakan hand sanitizer, ketika diizinkan penyelenggara kegiatan atau penyewa gedung pada Jumat (20/3/2020) mendatang juga diharapkan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Malang.

Salah satunya mengantisipasi keberadaan alat pengecek suhu tubuh.

Baca Juga : Tanpa Ada Koordinasi dengan Pemprov Jatim, Pemkot Surabaya Jalan Sendiri Terapkan PSBB

"Kami anjurkan segera koordinasi dengan Dinas Kesehatan jika tidak memiliki alat pengukur suhu. Tapi semua tergantung keputusan besok," terangnya.

Sementara itu, calon mempelai putera, Muchsin mengaku lega dan berterima kasih atas kebijakan yang kini masih dimatangkan tersebut. 

Dia dan calon istri berharap izin segera keluar dan dapat melanjutkan proses pernikahan seperti yang direncanakan jauh-jauh hari.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur," terang dia.

Sebelumnya diberitakan jika pasangan Fauzia dan Muchsin sempat merasa bingung saat mendapatkan kabar jika gedung yang disewakan mendadak dibatalkan. 

Hal itu menyusul surat edaran dari Wali Kota Malang Sutiaji yang melarang adanya kerumuman masyarakat dalam junlah besar.

Kebijakan tersebut diambil untuk mengurangi penyebaran virus corona.