3 Surat Alquran Penyembuh Penyakit, Ustad Adi Hidayat: Ini Bukan Ilmu Utak-Atik

Mar 16, 2020 13:19
Ustad Adi Hidayat (Ist)
Ustad Adi Hidayat (Ist)

MALANGTIMES - Virus Corona dengan berbagai pencegahan dan pengobatannya merebak di berbagai media sosial. Dari konsumsi bahan alam, budaya cuci tangan, penggunaan masker, perlakuan medis, hingga melalui berbagai ayat kitab suci umat Islam yaitu Al-Qur'an.

Melalui ceramah Ustad Adi Hidayat, ramainya berbagai penyakit, salah satunya Corona, bagi umat Islam bisa disembuhkan dengan cara melafalkan beberapa ayat dalam Al-Qur'an.
Yakni, melalui surat Al Isro (17:82), surat Al-Anbiya (21: 83-84) dan surat Al-fatihah (1:1-7).

Baca Juga : Menag Minta Tarawih Dilakukan di Rumah, Salat Id Ditiadakan, dan Halal Bihalal Online

"Kalau Anda terkena penyakit dan divonis jadi ahli penyakit itu, maka berdzikirlah. Allah menurunkan 3 surat sekaligus untuk obatnya," ucap Ustad Adi Hidayat melalui video berdurasi sekitar 13 menit yang diunggah oleh Audio Dakwah.

"InsyaAllah bila dibacakan dengan benar ada janji Allah seperti yang dijanjikan ke Nabi Ayub. Tolong dibaca dengan keikhlasan dan permohonan kuat ke Allah," lanjutnya.

3 surat sebagai obat berbagai penyakit, baik fisik hingga penyakit hati itu, tegas Adi Hidayat, bukanlah ilmu utak-atik.

"Awas ini bukan ilmu utak-atik ya. Ini syarat Alquran," tegasnya.

"Dan kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian," QS 17:82.

Lewat surat itu pula Adi Hidayat memberikan contoh terkait ujian ke Nabi Ayub dengan penyakit yang tak ada obat dunia saat itu.

"Maka Allah turunkan ayat-ayat itu. Kuncinya adalah arahkan semua itu ke ibadah," ujarnya 
Dalam Mafatih al-Ghaib, al-Razi, juga menyebutkan bahwa Al-Qur'an merupakan obat.

Al-Qur'an secara keseluruhan berfungsi sebagai syifa’ (obat penawar atau penyembuh) bagi orang–orang yang beriman dengan alasan bahwa kata min pada ayat ini bukan dalam pengertian “sebagian”, melainkan menunjukkan jenis.

Jadi, Al-Qur'an memungkinkan menjadi obat bagi seluruh penyakit yang ada di dunia baik itu obat ruhani maupun jasmani yang diderita manusia. Dalam hal ini al-Razi memperkuat pendapatnya dengan hadis Rasulullah yang kira-kira mengatakan bahwa barang siapa yang tidak berobat dengan Al-Qur'an maka Allah swt tidak akan menyembuhkannya.

Pada surat kedua yang disampaikan Adi Hidayat juga ditemukan adanya obat atau Syifa. Saat Nabi Ayyub ditimpa penyakit yang tak bisa disembuhkan oleh obat apapun di dunia.

"Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia menyeru Rabbnya: ‘(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang Maha-penyayang di antara semua penyayang.” (QS. 21:83) Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat-gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang beribadah kepada Allah. (QS. 21:84)” (al-Anbiyaa’: 83-84).

Baca Juga : NU-Muhammadiyah Sepakat Imbau Warga Kota Malang Ibadah di Rumah Saja

Dan, lanjut Adi Hidayat, tutuplah ayat-ayat itu dengan surat Al-fatihah.
Pendekatan dalam menghadapi Corona yang dilakukan oleh para ustad melalui Alquran sebagai qur’anic healing. Tentunya tak jatuh juga pada sikap yang pernah ada dalam percakapan antara Nabi Muhammad SAW dengan seorang Badui. 

Dikisahkan, suatu hari Rasulullah SAW didatangi seorang Badui dengan membawa unta. Saat sampai di depan Masjid Nabawi, unta tersebut dibiarkan begitu saja dan tidak diikat. Melihat perilaku orang Badui tersebut, Nabi kemudian memintanya untuk mengikat untanya terlebih dahulu.

Bukan malah mengindahkan ucapan Nabi, si Badui itu kemudian menjawab, “Aku sudah bertawakkal kepada Allah SWT, wahai Nabi.”

Mendengar pernyataan Badui tersebut, Rasulullah SAW kemudian bersabda, "Ikatlah terlebih dahulu unta itu, baru kemudian engkau bertawakkal kepada Allah SWT.” (H.R at-Tirmidzi) seperti dikutip dalam Islam.co (16 Maret 2020).

Percakapan itu yang juga kerap ditemui saat ini. Dimana masyarakat yang diintai Corona pun kerap menyampaikan hal serupa walau berbeda kalimat dalam menghadapinya. Seperti banyaknya pernyataan terkait masyarakat yang berburu masker untuk menghindari Corona.

"Sama Corona saja takut, tapi sama Allah nggak," 
M Alvin penggiat kajian tafsir dan hadist menuliskan, bahwa pernyataan itu pun kerap keluar dari para ustad. Padahal, dari hadist riwayat di atas, menunjukkan bahwa bertawakkal kepada Allah SWT tidak boleh tanpa ‘tangan kosong’ alias tanpa usaha. 

Rasulullah SAW dalam sabdanya tersebut menekankan bahwa tawakkal tanpa usaha bisa jadi hal yang sia-sia.

Maka, tegas Adi Hidayat, tiga surat itu pun akan jadi obat penyakit apapun, bila kuncinya diarahkan ke ibadah. Seperti kisah Nabi Ayyub yang tentunya juga tetap berusaha secara dunia dalam mencari obatnya selain melalui Alquran.

Topik
MalangBerita Malangmalang hari iniVirus CoronaSurat Alquran penyembuh penyakitUstad Adi HidayatKasus Covid 19

Berita Lainnya

Berita

Terbaru