Ilustrasi pencurian hp (istimewa)
Ilustrasi pencurian hp (istimewa)

MALANGTIMES - Kasus perampasan terhadap remaja SMP terjadi di Kota Malang. Kejadian tersebut menimpa Zaenal Arifin, warga Jalan Raya Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang pada 12 Maret 2020.  Remaja berusia 14 tahun tersebut menjadi korban perampasan dengan modus menuduh korban telah menyerempet kendaraan pelaku.

Informasi yang didapat, saat itu Zaenal bersama tiga temannya  pulang sekolah sekitar pukul 12.45 WIB. Mereka kemudian menuju ke Taman Kota Indragiri untuk bersantai dan kongkow bersama.

Namun tak berapa lama, korban tiba-tiba dihampiri dua  pria tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor matik berwarna hitam.

Pelaku kemudian turun dan langsung menuduh Zaenal telah menyerempet bagian knalpot kendaraan pelaku. Merasa tak melakukan hal tersebut, korban dan temannya pun tetap bersikeras  tak pernah merasa menyerempet kendaraan pelaku.

Namun, para pelaku terus berupaya mengintimidasi korban dan meminta ganti rugi untuk perbaikan knalpot mereka yang rusak. Pelaku kemudian mengajak Zaenal menuju bengkel dengan alasan  memperbaiki knalpot kendaraan. 

Zaenal yang takut kemudian menuruti ajakan pelaku. Pelaku dan korban kemudian berangkat dengan berboncengan tiga menggunakan sepeda motor pelaku. Saat itu pelaku meminta handphone korban dengan alasan sebagai jaminan agar korban tidak kabur.

 Namun di tengah jalan di sekitaran kawasan Jalan Kalimosodo, Kelurahan Polehan, Kota Malang, Zaenal kemudian diturunkan dengan alasan pelaku akan mengambil uang. Dan korban diminta menunggu di lokasi tersebut. 

Lebih dari satu jam korban menunggu, pelaku justru tak kunjung muncul dan membawa kabur HP korban.

Zaenal kemudian pulang dan menceritakan kejadian yang dialami kepada orang tuanya. Teman korban yang sebelumnya menunggu di Taman Kota Indragiri sempat berupaya mencari korban, namun tidak membuahkan hasil. Dari situ, teman-teman korban lantas kemudian melaporkan kejadian tersebut ke orang tua korban.

Orang tua korban yang panik mendapat kabar tersebut  juga sempat melapor kepada pihak kepolisian. Namun tak lama berselang lapor, korban pulang dan menceritakan perampasan HP-nya kepada keluarganya.

Ciri-ciri dua pelaku yang dihafal korban yakni menggunakan topi dan baju hitam, tinggi, kurus, hitam, dan rambut panjang untuk yang membonceng. Sedangkan yang dibonceng mempunyai ciri-ciri pakai sarung, baju abu-abu, memakai topi hitam, serta memiliki badan besar.

Kasubag Humas Polresta Malang Kota Iptu Ni Made Seruni Marhaeni mengimbau kepada masyarakat, khususnya para remaja putra maupun putri, untuk lebih hati-hati dan menghindari lokasi sepi. Hal tersebut bertujuan tentu untuk menghindarkan dari dari potensi menjadi korban kejahatan.

"Harus waspada. Hati-hati, hindari lokasi sepi yang rentan bisa menjadi korban kejahatan. Bila memang menjadi korban, segera lapor. Sehingga laporan bisa segera ditindaklanjuti petugas kepolisian sesuai prosedur yang ada," pungkasnya