MALANGTIMES - Dunia maya dihebohkan lagi dengan beredarnya video berdurasi pendek yang disebut milik NF, sebelum gadis berusia 15 tahun ini membunuh bocah berusia 6 tahun di rumahnya, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Dalam video berdurasi 0:22 menit yang dibagikan oleh @MahesSyailendra, terlihat NF dengan topeng karakter Sally Face.
Baca Juga : PW Muhammadiyah Jawa Timur: Kombinasi Ikhtiar Medis dan Ikhtiar Teologis Cegah Covid-19
Sally Face merupakan game Adventure Psychologial Horror yang dikembangkan oleh Steve Gabry. Berwajah putih dominan dan warna merah serta berambut biru.
"Video nya si pelaku, sebelum ada (dia) melakukan aksinya. Serem," cuit @MahesSyailendra sebagai caption video NF.
Di video itu, NF mempertunjukan beberapa gerakan tangan yang menyerupai lambang Baphomet. Gerakan serupa salam tiga jari dan menekuk tiga jemari lainnya secara ritmis. Serupa karakter Sally Face dalam game.
Video nya si pelaku, sebelum ada melakukan aksinya.
— Mahesa Syailendra (Dj-Embut) ™️ (@MahesSyailendra) March 8, 2020
Serem pic.twitter.com/tl79mE28Lo
Tak hanya itu NF beberapa kali berpose juga dalam video yang kini telah ditonton hampir 830,7 ribu warganet dan mengundang komentar ribuan lainnya itu.
Backsong video NF semakin menambah merinding penampilannya. Seperti yang disampaikan oleh @yenioktaaviani, "Backsong nya serem banget sii," cuitnya.
Video NF yang disebut sebelum melakukan pembunuhan bocah berusia 5 tahun dan disembunyikan dilemari kamarnya itu pun banjir komentar.
Berbagai pernyataan NF mengindap gangguan kejiwaan hingga memiliki jiwa psikopat, mengiringi berbagai pemberitaan.
Sebagian lainnya berasumsi ada persoalan di dalam keluarga NF yang membuatnya seperti itu.
Baca Juga : Klarifikasi, Said Didu Kirim Surat Terkait Tuntutan Permintaan Maaf Luhut Pandjaitan
Hal ini misalnya disampaikan oleh akun @OktarisAldy, "In my opinion. Ini anak jenius bngt cuman mungkin karena pengaruh lingkungan dan keluarga yang bikin dia seperti gk berguna di keluarganya sendiri. Soalnya keliatan bngt pas si anak berangkat sekolah pun sendiri bahkan di rumah pun sendiri sampai bisa kejadian seperti itu," cuitnya panjang.
Akun ini melanjutkan pula, "Faktor kedua tontonan si anak adalah horor jenis THRILLER yang notabene mempertunjukan adegan pembunuhan yang biasanya pelakunya orang jenius," lanjutnya.
Senada, Retno Listyarti Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia, menduga NF, punya masalah keluarga. Walau dari pengakuannya NF membunuh korban karena terinsipirasi tontonan film.
"Dia memang meniru adegan kekerasan di film itu. Hanya saja, contoh buruk itu bisa jadi juga dipicu oleh masalah dari keluarga," ujarnya.
Belum adanya pernyataan resmi terkait kondisi psikologis NF yang masih dalam perawatan dan motif pembunuhannya itu membuat warganet pun masih berasumsi terkait kejiwaan dan motif sesungguhnya dari NF dalam pembunuhan itu.
