Ilustrasi koalisi dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020. (Ist)
Ilustrasi koalisi dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020. (Ist)

MALANGTIMES - Partai politik (parpol) dengan raihan kursi kecil di Pileg 2019 Kabupaten Malang benar-benar harus berhitung matang di pilkada 2020. Seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang meraih 2 kursi, Partai Demokrat (1 kursi), dan Partai Hanura (1 kursi).

Perhitungan matang tiga parpol itu terkait rencana koalisi dengan partai peraup suara terbanyak di Kabupaten Malang. Yakni PDI Perjuangan (12 kursi) dan PKB (12 kursi), selain Partai Golkar (8 kursi) serta Gerindra dan NasDem yang sama-sama mendulang 7 kursi.

Baca Juga : Mengharukan, Anies Baswedan Kirimkan 'Surat Cinta' pada Tenaga Kesehatan

Ketepatan untuk berkoalisi menjadi penting bagi 3 parpol dengan raihan kursi terkecil. Selain untuk tetap mengeksiskan parpolnya juga dengan berkoalisi akan bisa terlibat lebih jauh memengaruhi arah dan bentuk kebijakan.

Hal ini pula yang membuat DPC PPP Kabupaten Malang pun aktif melakukan berbagai komunikasi politiknya dengan parpol lain untuk menyambut pilkada 2020. Koalisi adalah bagian upaya PPP untuk ikut serta aktif mewarnai pesta demokrasi dengan anggaran Rp 112 miliar.

"Tapi, kami realistis. Maka koalisi jadi jalan. Alhamdulillah, komunikasi politik terjalin baik dengan partai-partai lain," ucap Ahmad Daniyal, ketua DPC PPP Kabupaten Malang.

Daniyal melanjutkan, dari proses komunikasi politik itu pula, dirinya memiliki harapan besar PPP bisa merapat atau berkoalisi dengan PDI Perjuangan. "Ini harapannya kami bisa bersama partai merah. Untuk fixnya tentu setelah adanya rekom dari pusat. Insya Allah kami dengan partai merah," ujarnya.

Sosok pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diusung PDI Perjuangan, yaitu Sanusi dan Didik Gatot Subroto, menjadi unsur kuat yang membuat Daniyal berharap besar PPP bisa berkoalisi dengan PDI Perjuangan.

Secara terbuka dirinya memberikan pujian atas dua calon itu yang disebutnya sangat kapabel. Sanusi sebagai calon petahana memiliki track record baik selama menjabat, dari dewan hingga mencapai jabatan bupati Malang.

"Jejaknya baik. Pun Didik yang merupakan politikus handal dan basis masa yang kuat. Keduanya sangat kapabel," puji Daniyal yang juga berharap DPP PPP bisa untuk segera menentukan pilihan koalisinya. Sehingga, lanjut dia, PPP Kabupaten Malang bisa juga menjadi parpol pengusung sekaligus pendukung dalam Pilkada 2020.

Terpisah, Didik Gatot Subroto secara tegas pernah menyampaikan bahwa PDI Perjuangan merupakan partai terbuka. Sehingga parpol mana pun yang akan berkoalisi dengan visi dan misi yang sama di Kabupaten Malang bisa menjadi 'sekutu' PDI Perjuangan. 

Baca Juga : Lahir Putusan Sementara, Siadi-Tyas Sujud Jago Golkar di Pilkada Malang 2020

"Kami partai terbuka dan cair. Karena itu, kami jalin komunikasi dengan seluruh parpol yang ada di Kabupaten Malang ini," ucapnya.

Terkait koalisi, calon wabup Malang ini mengatakan tetap menunggu instruksi dari DPP. "Tugas kami adalah menjalin komunikasi dengan seluruh parpol. Hasilnya, kita sampaikan ke pusat. Untuk keputusan kita berkoalisi dengan siapa, kita masih menunggu," ujarnya.

Hasrat PPP berkoalisi dengan PDI Perjuangan akan semakin menarik bila ditarik dengan adanya asa PKB untuk membentuk koalisi besar. Beberapa parpol dengan raihan kursi kecil, bila merujuk Pemilu 2019 lalu serta memiliki ideologi yang sama dengan PDI Perjuangan, dimungkinkan akan merapat ke partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri ini.

Bila itu terjadi, maka asumsinya 4 kursi di legislatif (PPP, Hanura dan Demokrat) akan menambah daya gedor banteng moncong putih ini. Dengan total 16 kursi di parlemen, paslon PDI Perjuangan akan semakin kuat di kancah pilkada 2020.

Sedangkan Golkar, NasDem dan Gerindra bisa saja membuat poros lainnya di luar PDI Perjuangan dan PKB. Pasalnya, 3 parpol ini pun memiliki kader yang siap diusung masing-masing. Dimungkinkan pula, Nasdem dan Gerindra atau salah satunya juga akan berlabuh di PDI Perjuangan, melihat jejak Pemilu 2019 lalu. 
Pilkada Kabupaten Malang patut dinanti, walau sampai saat ini dipermukaan terkesan tenang dan riaknya biasa saja.