MALANGTIMES - Nama Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) kembali harum di kancah nasional. Hal ini setelah dua mahasiswanya berhasil meraih juara satu dalam lomba video edukasi yang digelar Universitas PGRI Yogjakarta (UPY) baru-baru ini.
Dalam ajang yang bertajuk G-Countest#2 tersebut, dua mahasiswa Unikama yakni Alief Laili Budiyono dan Aji Mulya Pratama. Keduanya mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling (BK). Keduanya mengangkat sebuah video dengan judual Life Is Better with Guidance and Counseling.
Baca Juga : Ungkapan Mahasiswa Asing UIN Malang yang Terisolasi di Kampus
"Kami menyesuaikan tema dari UPY. Temanya adalah mewujudkan calon konselor yang adaptif, kreatif, inovatif, berkarakter di era milenial. Akhirnya kami ambil Life Is Better with Guidance and Counseling. Jadi, di dalam video menceritakan bagaimana si ccara menjadi seorang guru BK yang baik era milenial," ungkap Alief Laili Budiyono (7/3/2020).
Pembuatan video berdurasi 9 menit tersebut tergolong cukup memakan waktu. Selama satu bulan, dua mahasiswa Prodi BK itu berjuang keras membuat video dengan mengambil footage-footage menarik di beberapa lokasi.

Bahkan, untuk mengambil video, mereka sampai ke Kota Blitar guna mendatangi sebuah sekolah yang akan diambil gambar videonya. "Ada yang di Blitar, di salah satu sekolah SMK yang guru BK-nya merupakan alumni dari Unikama juga. Terus ada beberapa bagaian take mengambil di daerah Malang. Ada yang di Jodipan dan juga di rel kereta kawasan Gadang," jelasnya.
Sementara itu, perlombaan tingkat nasional yang digelar UPY itu diikuti 13 tim. Ke-13 tim tersebut berasal dari perguruan tinggi swasta maupun negeri tingkat nasional.
"Saingan yang dirasa berat dalam perlombaan tersebut dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Negeri Yogjakarta. Mereka materinya cukup bagus," ungkap Alief Laili.
Baca Juga : Siswa yang Tak Punya Akses Internet Mulai Senin Belajar Lewat TVRI
Dalam perlombaan, tim juri melakukan penilaian berdasarkan konsep dan nilai-nilai edukasi dalam video maupun kreativitas serta sentuhan editing dan teknis dari video.
"Dari 13 tim, kemudian diseleksi menjadi lima tim. Nah lima tim kemudian diundang ke UPY untuk presentasi. Lima tim tersebut diseleksi lagi dan diambil tiga tim sebagai juara," pungkasnya.
