MALANGTIMES - Banyak sekali musisi di Indonesia yang sekarang ini hanya mengandalkan karya orang lain untuk dicover atau diaransemen ulang, lalu terkenal. Tapi mirisnya terkenal bukan dari karyanya sendiri, melainkan memanfaatkan karya orang lain untuk kepentingan pribadi.
Hal inilah yang tidak dilakukan oleh musisi asal Surabaya yang hijrah ke Jakarta, Denny Frust. Menurut penuturannya, dia adalah seorang musisi yang terpilih untuk melantunkan irama-irama musik yang berasal dari Jamaica.
Baca Juga : Timbulkan Polemik, Pencipta Lagu Aisyah Istri Rasulullah Merasa Dipermainkan
"Bukan aku memilih genre jamaican sound, tetapi akulah orang yang dipilih oleh Jamaican Sound untuk memainkan musik tersebut," tuturnya saat menggelar meet n greet di salah satu cafe di Kota Malang pada Jumat (6/3/2020).
Denny Frust juga sempat bercerita mengenai sejarah bermusik dirinya dengan Kota Malang yang tak akan pernah bisa dipisahkan.
"Jika berbicara sejarah saya bermusik itu tidak akan pernah bisa dilepaskan dengan Kota Malang, karena di Kota Malang ini saya mendapatkan banyak ilmu yang akhirnya bisa berkarya sampai saat ini," bebernya pada audiens.
Denny Frust merupakan musisi yang telah berkarir cukup lama mulai sekitar tahun 1999 yang diawali dengan debutnya bersama band Dancing Alaska lalu membentuk band lagi Nyiur Melambai yang sama-sama dari Surabaya. Lalu, dia sempat bergabung dalam band Monkey Boots, serta saat ini Denny memilih untuk bergerak di jalur solo karir.
Saat masih berkarya bersama band, Denny berhasil melahirkan beberapa album dan di setiap album, mayoritas lagu yang ada pada album tersebut ditulis oleh Denny sendiri.
"Di Dancing Alaska merilis satu album 'travelling' di tahun 2003, saat di Nyiur Melambai merilis satu album 'Senandung Tuk Temani Harimu' di tahun 2006 yang pada kedua album tersebut, semua lagu saya semua yang tulis. Waktu di Monkey Boots melahirkan dua album 'Big Monkey' dirilis tahun 2010, tujuh lagu yang saya tulis dan 'Interaksi' dirilis tahun 2015, delapan lagu yang saya tulis," ucap Denny.
Sedangkan untuk album solonya, Denny berhasil melahirkan satu EP album dan dua album yaitu.
"Aku melahirkan tiga rilisan, pertama EP Album berjudul Tiada Beban dirilis tahun 2016, kedua album berjudul Jangan Lupa Bahagia dirilis tahun 2017 dan yang ketiga album berjudul Mari Bergerak Kawan dirilis tahun 2019," bebernya pada audiens yang hadir.
Denny Frust juga melakukan tour tandangnya ke Malaysia, bertajuk Malaysia Tour 2020 yang dilakukan selama bulan Januari di 1 kota di Indonesia dan 10 titik di Malaysia.
Baca Juga : Pernah Bikin Album Bareng, Bebi Romeo Kenang Perjalanan Bermusik Bersama Glenn Fredly
Sebelumnya, di Bulan Desember 2019, Denny Frust juga sempat tampil pada acara yang diselenggarakan oleh Team Republic Of Performing Arts di Minsk, Belarus.
Untuk rencana ke depan, pada tahun ini Denny Frust akan menghadiri undangan ke Benua Eropa.
"Planning ke depan aku mau berangkat ke Eropa akhir Mei. Jadi aku akan stay sekitar paling lama dua bulan atau paling cepet satu bulan karena aku ada undangan di Frankfurt dan kota lainnya," jelasnya.
Setelah menghadiri undangan di Eropa, Denny Frust akan masuk studio lagi, membuat karya dan menargetkan awal tahun 2021 akan mengeluarkan album lagi.
Denny Frust juga berpesan khususnya pada semua pekerja seni, agar harus selalu terus berkarya.
"Menurutku tanggungjawab seorang pekerja seni atau musisi adalah membuat karya dan memperkenalkan karyanya, tanggung jawab band bikin album dan tour. Jadi kalau ada band terus nggak bikin apa-apa, ya percuma punya band dan punya karya," tutupnya.
