Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Lapsus Krisis Air di Musim Hujan Kota Malang (4)

Air Mampet, Pelanggan Keluhkan Tagihan PDAM Kota Malang Justru Membengkak

Penulis : Pipit Anggraeni - Editor : Heryanto

28 - Feb - 2020, 19:17

Warga perumahan BTU, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang yang bolak-balik mengambil air dari tandon fasilitas perumahan (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Warga perumahan BTU, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang yang bolak-balik mengambil air dari tandon fasilitas perumahan (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Belum usai masalah aliran yang belum berjalan normal, pelanggan Perumda Tugu Tirta Kota Malang kembali mengeluh. 

Kali ini, pelanggan mengeluh karena besaran tagihan yang diberikan malah membengkak dan alami kenaikan dibanding bulan sebelumnya.

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

Salah satunya disampaikan warga Kelurahan Kedungkandang, Sisca yang mengeluh lantaran tagihan pemakaian air bersih miliknya naik dua kali lipat. 

Padahal, tagihan yang harus ia bayarkan di Februari ini adalah untuk pemakaian di Januari.

"Bulan lalu saya habis sekitar Rp 43 ribuan, Februari ini saya ditagih Rp 93 ribu. Padahal air saya kan macet kemarin, nggak ngalir," katanya kesal.

Dia pun merasa sangat dirugikan. Padalnya, selama ini ia merasa krisis air. Bahkan ia tak hanya ngangsu air ke rumah teman saja. 

Melainkan juga merasakan harus numpang mandi di kosan atau rumah teman saat akan nerangkat kerja.

"Saya aja waktu itu sering numpang mandi di rumah teman. Kalaupun air nyala itu tengah malam dan kecil. Tapi tagihannya naik," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan warga perumahan City Side, Kelurahan Kebonsari Kecamatan Sukun, Kota Malang, Idha Ismawati. Dia menyebut, tagihan air bersih miliknya juga mengalami kenaikan. Padahal, perumahannya merupakan salah satu kawasan terdampak pecahnya pipa transmisi.

"Biasanya habis Rp 150 ribu. Tapi tagihan yang buat Januari malah habis Rp 200 ribu," terangnya.

Dia pun merasa sangat dirugikan. Sehingga dia berharap agar Perumda Tugu Tirta Kota Malang memberikan solusi yang tepat atas permasalahan tersebut. 

Sebab selama ini pelanggan juga selalu membayarkan kewajibannya tepat waktu. Karena jika terlambat akan langsung kena denda.

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

Kondisi serupa juga disampaikan banyak pelanggan lain di media sosial. 

Di antaranya disampaikan pemilik akun @TitoArtDesign yang menyebut jika tagihan air bersih miliknya tak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya saat air mengalir normal.

"Tagihan mek kavek 10 ewu karo bulan wingi, gak ono bedane banyune mili opo gak (Tagihan hanya selisih Rp 10 ribu. Tidak ada beda antara air mengalir atau macet; red) tulis @TitoArtDesign mengomentari unggahan akun resmi PDAM Kota Malang dengan menyertakan captire foto tagihan air bersih miliknya.

Hal senada juga disampaikan pengelola akun @ranjaran yang menyebut jika tagihan air bersihnya juga tak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya. 

"Muosok murup mek 10 dino ambek murup sakulan kacek 15 ewu. Murup banyu ora, tagihane buanter (Masak nyala 10 hari dan sebulan bedanya cuma Rp 15 ribu. Air nyala nggak, tapi tagihan besar; red)," tulisnya.

Menanggapi itu, Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang M. Nor Muhlas tak mau banyak komentar. 

Muhlas menyebut jika saat ini ia masih konsentrasi menyelesaikan permasalahan penggantian pipa transisi yang sudah dimulai sejak satu pekan lalu.

"Itu pembahasan teknis lain, dibahas nanti saja," terangnya singkat.


Topik

Lapsus malang berita-malang berita-malang-hari-ini Krisis-Air krisis-air-di-malang layanan-buruk-pdam pdam-kota-malang Perumda-Tugu-Tirta M-Nor-Muhlas Setoran-PAD-Tinggi Perbaikan-Layanan-pdam


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Pipit Anggraeni

Editor

Heryanto