Petugas saat melakukan ekskavasi ketiga di situs Dusun Pendem, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, beberapa saat lalu. (Foto: istimewa)
Petugas saat melakukan ekskavasi ketiga di situs Dusun Pendem, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, beberapa saat lalu. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Ekskavasi ketiga di situs Dusun Pendem, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, telah dilakukan. Hasilnya, ditemukan sebuah sumuran. 

Namun ke depan, Pemkot Batu melalui Dinas Pariwisata tidak hanya fokus pada situs Pendem, tetapi juga fokus pada situs Rondo Kuning.

Situa Rondo Kuning berada di Punden Rondo Kuning (Nyi Sutinah) di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. Situs itu sudah dilakukan ekskavasi pada tahun 2018 silam oleh tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.

“Situs Pendem memang perlu dilakukan penataan supaya menjadi daya tarik wisatawan sekaligus menjadi cagar budaya di Kota Batu,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono. 

Dengan ditemukannya situs itu, segera dilakukan penataan khusus pada situs Pendem setelah ekskavasi selesai. Sebab, diperkirakan masih ada bangunan yang harus digali.

“Anggaran pelestarian benda cagar budaya setiap tahun tersedia. Sekaligus juga situs Rondo Kuning pada tahun ini,” imbuh Imam.

“Situs Pendem dan Songgokerto diupayakan juga untuk penulisan sejarahnya. Bukan hanya memfasilitasi pelestariannya. Karena dari temuan situs Pendem ini, ada dugaan erat dengan prasasti Sangguran," kata Imam. 

Penemuan sumuran tepat di tengah situs Pendem berbentuk segi empat. Sumuran  itu berukuran lebar  210 sentimeter, tinggi  210 sentimeter, dan tebal 9 sentimeter pada Sabtu (15/2/2020) sore lalu. Kedalamannya 12 sap, ditambah penataan batu bata.

Dengan penemuan dalam ekskavasi ketiga ini, Dinas Pariwisata melakukan penutup yang melingkari situs Pendem. Penggalian situs Pendem mencapai 7,5 meter x 7,5 meter.

Sementara itu, punden Rondo Kuning (Nyi Sutinah) di Kelurahan Songgokerto dilakukan ekskavasi setelah didapati laporan dari warga terkait adanya struktur bangunan purbakala di punden tersebut.

Struktur itu diketahui dari batu bata kuno dan ditemukan di dalam tanah saat warga membangun pelengsengan tahun 2017 lalu. Terdapat tiga lapisan batu bata membentuk susunan rata, berjajar dan sebagian batu bata rusak terkena akar pohon beringin. 

Lalu juga ditemukan beberapa batu andesit yang biasa digunakan untuk candi. Ukuran batu bata kurang lebih 40 sentimeter menyudut di sisi barat punden.