Suasana pasar Papringan Desa Jambu Kabupaten Kediri. (eko Arif s /JatimTimes)
Suasana pasar Papringan Desa Jambu Kabupaten Kediri. (eko Arif s /JatimTimes)

MALANGTIMES - Pasar Papringan Desa Jambu, Kecamatan Kayen Kidul  Kabupaten Kediri, kini menjadi destinasi wisata baru untuk masyarakat Kediri, khususnya pada setiap hari Sabtu dan Minggu.

Meskipun bertempat di tengah hutan bambu, Pasar Papringan hadir dengan nuansa yang kental dengan adat Jawa. Pasar ini juga menghadirkan aneka kuliner tradisional.

Saat berkunjung ke Pasar Papringan, pengunjung akan disambut oleh hiasan jadul yang terdapat di beberapa sudut. Nuansa tradisional pun tampak dari para pedagang yang berdandan dan mengenakan pakaian adat Jawa.

Pemandangan lain yang berbeda dari Pasar Papringan ialah pedagang menjajakan dagangannya di saung-saung yang terbuat dari bambu. Saung ini memiliki atap yang terbuat dari jerami. Desain saung memperkuat kesan tradisional yang ingin ditunjukkan.

Sementara itu, lapak dagangan juga didesain seperti zaman dahulu dengan memakai meja lincak bambu dan peralatan menggunakan anyaman, gerabah dan piring dari daun pisang.

Sesuai dengan temanya yang tradisional, makanan, dan minuman yang disajikan pun hanya kuliner jadul saja. Misalnya ada gethuk, rujak uleg, dawet, nasi tiwul, sega nasi jagung dan nasi ampok. Sembari berbelanja, pengunjung akan ditemani oleh alunan gending gamelan karawitan dan campursari.

Untuk masuk Pasar Papringan, pengunjung harus menukar uang dengan koin bambu senilai Rp 5.000 per orang.

Untuk rinciannya 2.000 rupiah untuk masuk dan 3.000 rupiah dapat ditukarkan dengan menu yang dijual. Namun jika nilainya lebih, pengunjung membayar tunai sesuai dengan harganya.

Kepala Desa Jambu Agus Joko Susilo menjelaskan bahwa Desa Wisata Jambu sudah mendapat apresiasi dari tingkat Provinsi Jawa Timur berupa penghargaan Desa Cemara tahun 2020.

"Memang yang sekarang banyak dikunjungi tiap pekan itu Pasar Papringan. Konsep awal memang untuk pasar tradisional. Para penjual di pasar ini merupakan perwakilan warga dari masing-masing RT yang ada di Desa Jambu. Dan kita berikan iringan musik karawitan dan campursari, dengan suasana sejuk di bawah pohon bambu pasti nyaman," kata dia.

Menurut Agus Joko Susilo, semua yang bekerja maupun yang mengisi adalah warga Desa Jambu. "Jadi dampaknya adalah perekonomian meningkat. Sekarang sudah banyak dikunjungi wisatawan luar kota, ini juga dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kediri," pungkasnya.

Sedang untuk harga-harga kuliner yang ada di Pasar Papringan sangat terjangkau. Per porsi rata-rata dibanderol dengan harga Rp 10 ribu.

Salah satu pengunjung Pasar Papringan, Lingga Danar Diana mengatakan ketertarikannya saat melihat postingan pasar tradisional melalui Instagram.

"Baru pertama kali ke sini sama keluarga ternyata nuansanya unik, suasana desa zaman dulunya itu dapat banget. Tiketnya juga murah banget, makanannya juga sudah jarang ditemukan, ternyata ada di sini," tutur perempuan asal Mojokerto itu.

Lokasi Pasar Papringan ini bersebelahan dengan kebun bibit, jadi tak ada salahnya jika mencoba berkunjung ke Desa Wisata Jambu Kediri.