Reruntuhan Bangunan Disulap Menjadi Beton Daur Ulang Layak Pakai

Feb 19, 2020 18:59
Nurman dan kawan-kawannya menunjukan beton buatannya. (Foto: istimewa)
Nurman dan kawan-kawannya menunjukan beton buatannya. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Pembangunan infrastruktur di Indonesia semakin pesat. Building Construction Information (BCI) Asia memprediksi, nilai konstruksi bangunan tumbuh 13,82 persen pada 2020 menjadi Rp 168,20 triliun dibandingkan 2019 yang ditaksir sebesar Rp 147,77 triliun.

Lantas, apakah kita akan terus-menerus menguras perut bumi? Padahal, ketersediaan sumber daya alam yang merupakan bahan dasar dalam konstruksi sangat terbatas. Maka dari itu, diperlukan adanya inovasi-inovasi baru. Sebab, jika konstruksi di Indonesia terus dilakukan tanpa adanya alternatif baru, suatu saat akan merusak perut bumi.

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

Teknologi mendaur ulang sisa material konstruksi sipil sangat penting kita lakukan. Nah, dari fenomena ini, mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Nurman Handitya Prima, Muh Irfan Maulana, dan Oval Mufarid menemukan cara yang ramah lingkungan untuk mendaur ulang beton bekas reruntuhan bangunan.

Hal ini dapat digunakan kembali dengan memanfatkan limbah material bekas konstruksi beton sebagai subtitusi 100 persen dari total kebutuhan agregat.

Limbah beton bekas yang tak terpakai tersebut dihancurkan kembali menghasilkan agregat kasar dan juga agregat halus. Selain itu, menurut mereka terdapat serbuk-serbuk kecil dari penghancuran beton tersebut yang ternyata bekas dari semen.

"Di sini kami menghancurkannya dengan cara manual, yaitu palu. Kemudian disaring sesuai ukuran saringan. Material yang tertinggal menjadi agregat kasar pengganti krikil. Yang lolos akan dihancurkan menggunakan mesin los angeles hingga seperti pasir dan disaring lagi menjadi agregat halus," papar Nurman.

Hasil dari beton daur ulang tersebut nampaknya tidak dapat dipandang sebelah mata. Dalam hasil uji abrasi, beton daur ulang ini memiliki tingkat keausan yang sama dengan beton Kulon Progo.

Baca Juga : Hama Tikus Bikin Buntung, Dinas Pertanian : Alat Bantuan Masih Terkendala Lelang

Ditemukan nilai keausan sebesar 23.5 persen, sehingga masih dalam nilai keausan yang diizinkan untuk beton kelas III, yaitu di bawah 27 persen berdasarkan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Kita membuat inovasi, akan tetapi tidak mengurangi dari durabilitas beton tersebut. Apa yang kita pakai harus sesuai dengan standar yang berlaku. Harus sesuai dengan batas-batas yang diujikan. Sehingga tidak hanya menggunakan SNI saja, SII, ASTM dan PB juga kita uji," tutur Nurman.

Berkat inovasi tersebut, Nurman lolos dalam seleksi abstrak lomba beton nasional Civil Festival 2020 di Politeknik Negeri Jakarta. Selanjutnya ia akan menyerahkan full paper dan mempresentasikan inovasinya tersebut pada 11 Maret mendatang.

Topik
MalangBerita MalangReruntuhan BangunanDisulap Menjadi Beton Daur Ulang Layak PakaiPembangunan infrastruktur di IndonesiaBuilding Construction InformationUniversitas Muhammadiyah MalangKota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru