Patung sapi di pintu masuk Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Patung sapi di pintu masuk Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kunjungan wisatawan mencapai 7,2 juta di tahun 2019 tidak membuat puas Pemkot Batu. Dinas Pariwisata Kota Batu bakal terus mengembangkan wisata di Kota Dingin ini. Rencananya, pada tahun ini dua desa wisata akan digarap. 

Dua desa yang bakal mendapatkan pendampingan itu adalah Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu dan Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji. “Karena memang dua desa ini sudah siap, dan juga sudah mendatangkan wisatawan,” kata Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono.

Ia menambahkan, dua desa tersebut mendapat support penuh dalam mempromosikan dan pendampingan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pengelolaan desa wisata. Pemilihan dua desa/kelurahan dikembangkan karena telah memiliki konsep matang.

“Dua desa/kelurahan itu sudah siap dalam memajukan pariwisata di Kota Batu. Apalagi di sana juga sudah mampu mendatangkan banyak wisatawan, sehingga perlu dimaksimalkan,” imbuhnya.

Apalagi di sana kelembagaan dan paket wisata juga komplit. Sepeprti di Kelurahan Songgokerto sudah banyak destinasi wisata.

Mulai dari Pemandian Songgoriti, Candi Songgoriti, Wana Wisata Paralayang, hingga even tahunan seperti Ngudek Jenang, dan sebagainya sudah rutin dilakukan di sana. Hingga beragam produk UMKMnya.

“Ditambah di sana ada batik shining tuli atau batik ciprat yang dibuat oleg warga khususnya disabilitas, sehingga jadi nilai tambah,” ujar warga Malang ini.

Kemudian di Desa Gunungsari terdapat Petik Mawar. Lalu ada wisata edukasi perah susu dan kandang komunal. “Semuanya di sana sudah tersedia, ditambah lagi juga komplet dengan penginapannya. Sehingga hanya perlu ada promosi dan pendampingannya,” imbuhnya.

Dengan demikian ia berharap di tahun 2020 ini mampu memberikan lonjakan jumlah wisatawan di Kota Batu.