Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Sejak beberapa tahun terakhir, wisata halal banyak menjadi konsep wisata yang disuguhkan beberapa pemerintah daerah. Kota Malang menjadi salah satu kota yang turut menyuguhkan konsep wisata halal tersebut.

Strategi wisata halal diyakini mampu meningkatkan jumlah wisatawan dari negeri muslim, salah satunya negeri Timur Tengah. Karena selama ini, jumlah wisatawan dari negeri Timur Tengah di Kota Malang terbilang masih sedikit. Padahal, wisatawan dari Timur Tengah cenderung memiliki kebiasaan berwisata yang cukup menguntungkan perekonomian daerah yang dituju.

Selain sering berkunjung dengan jumlah rombongan besar, wisatawan dari Timur Tengah cenderung menginap dalam jangka waktu yang lebih lama dibanding rata-rata wisatawan pada umumnya. Sehingga akan berpengaruh pada perputaran uang di setiap daerah yang mereka tuju. Selama ini, saat ke Asia, turis Timur Tengah cenderung memilih Malaysia sebagai destinasi. Alasannya, di sana banyak menawarkan wisata halal.

Kini, konsep wisata halal sudah berlangsung di Kota Malang sejak tiga tahun terakhir. Lantas, apakah sudah efektif konsep wisata yang satu ini? Bagaimana jumlah kunjungan wisatawan dari Timur Tengah selama beberapa tahun terakhir? Apakah mengalami peningkatan?

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menyampaikan, saat ini efektivitas penerapan konsep wisata halal terhadap jumlah wisatawan asing dari negeri muslim masih belum diketahui dengan pasti. Karena kajian untuk mengukur efektivitas jumlah wisatawan tersebut masih baru digarap pada 2020 ini.

"Rencananya 2020 ini memang dilakukan kajian berkaitan dengan indeks muslim travel," kata perempuan yang akrab disapa Dayu itu.

Ketika data sudah keluar, maka akan diketahui evaluasi secara mendetail. Sehingga dapat diketahui efektivitas dan kekurangan dari konsep wisata halal tersebut. Sehingga dapat dilakukan perbaikan untuk menarik lebih banyak lagi jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Pendidikan ini.

"Tapi meski begitu, konsep wisata halal juga bukan hanya umat muslim. Melainkan bersifat global untuk menjamin lebih kenyamanan wisatawan. Karena kaitannya dengan kebersihan dan lain sebagainya," terang Dayu.

Perempuan berambut panjang itu menyampaikan, konsep wisata halal yang telah berjalan saat ini terus diperkuat. Diantaranya dengan menggandeng perusahaan untuk menyesuikan standart tempat penginapan, restoran, hingga destinasi yang ditawarkan sesuai dengan standar wisata halal yang ditetapkan.

"Dan tahun ini ada sekitar 15 perusahaan baru lain yang mengajukan untuk dapat sertifikat halal," tambah dia.