Aktor Ray Sahetapy. (Foto: istimewa)
Aktor Ray Sahetapy. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Aktor kawakan Indonesia, Ray Sahetapy, sempat dilirik Marvel Studio untuk berperan di Film Captain America: Civil War beberapa tahun yang lalu. 

Namun sayang, scene yang diperankannya batal ditayangkan di bioskop karena pertimbangan alur cerita.

Kabar gembiranya, kini kepiawaian aktingnya yang dipuji sutradara Joe Russo di film Captain America: Civil War tersebut bisa disaksikan setelah Marvel Studio merilis box set film-film Marvel Cinematic Universe bertema the Infinity Saga. 

Dari situ terungkap scene yang diperankan Ray Sahetapy sebagai juru lelang barang-barang hydra, termasuk buku yang dimiliki Winter Soldier.

Dalam scene tersebut, aktor yang sudah 40 tahun bergelut dunia seni peran Indonesia ini tampak menggunakan bahasa Indonesia.

Ray mengungkapkan, sebelumnya banyak orang yang tidak percaya bahwa dia benar-benar terlibat di film tersebut. 

Hal ini disebabkan, Ray tidak diperbolehkan memberikan bocoran kepada siapapun.

"Mereka punya aturan yang keras soal itu," ucapnya saat menjadi bintang tamu di acara TV Rumpi.

Naasnya, kabar soal dirinya yang terlibat di Captain America: Civil War ini tersebar ke masyarakat Indonesia. Diapun sempat ditegur oleh pihak Marvel.

Aktor berusia 63 tahun mengungkapkan, sebagai seorang aktor, dia merasa sangat dihormati di sana.

"Dan mereka mengundang saya, kemudian saya disambut dengan mobil yang saya belum pernah naik, mobil mewah Limusin," ungkapnya.

Profesi aktor di sana juga sangat dihormati. 

Dan ia juga sempat bercerita di sana sempat di dipeluk oleh dua polisi yang ngefans dengan karakternya di film The Raid.

"Mereka sangat hormati betul aktor itu," tegasnya.

Di sana, dirinya juga sempat berbincang soal bintang film dengan seorang supir.

"Saya bilang ke supir, 'Kamu itu keren. Kenapa nggak jadi bintang film?' Terus dia bilang bintang film di sini bukan karena keren, tapi karena kemampuan aktor itu," kisahnya.

Nah, syuting di Hollywood kata Ray juga sangat berbeda dengan syuting di Indonesia. Di sana, aktor diberi tempat yang eksklusif.

"Beda. Saya pulang dari sana saya ya duduk seenaknya di sini. Di sana nggak bisa. Aktor itu punya tempat, karena stamina atau pikiran atau perasaannya pada saat itu harus tenang dan senang supaya ketika dia membawakan peran itu jernih," tandasnya.