Screenshot video channel youtube Muhammad Hanif Hasballah.
Screenshot video channel youtube Muhammad Hanif Hasballah.

MALANGTIMES - Wuhan, terutama pasar tradisionalnya, sampai saat ini masih menjadi perhatian publik. Pasalnya, pasar tradisional di salah satu kota terbesar di China itu disebut sebagai sumber pertama penyebaran virus corona. Namun, belakangan peneliti menyebut jika sumber virus mematikan tersebut bukan berasal dari pasar tradisional tersebut.

Sebelum terserang wabah corona, pasar tradisional Wuhan menjadi salah satu pasar yang cukup banyak dicari dan selalu ramai. Bukan hanya penduduk lokal. Banyak juga wisatawan yang berkunjung ke pasar tradisional tersebut. Selain harganya murah, pasar tersebut ternyata juga menjual beberapa olahan halal.

Baca Juga : Jika Covid-19 Sampai Menyebar di Korea Utara, Kim Jong Un Beri Ancaman Ini pada Pejabatnya

Meski tak sebanyak kawasan muslim yang ada di China, pasar tradisional Wuhan termasuk yang menyediakan beberapa pilihan olahan halal. Sehingga, wisatawan muslim sering memasukkan pasar tradisional Wuhan sebagai kawasan yang dituju.

Potret dan kondisi pasar sebelum terserang wabah corona pun terlihat ramai. Hal itu dapat dilihat melalui berbagai vlog yang diunggah para pelancong sekaligus vlogger yang sengaja mengabadikan momennya saat berjalan-jalan di pasar tradisional Wuhan.

Salah satunya seperti yang dipertontonkan channel youtube Muhammad Hanif Hasballah ini. Dalam video berdurasi sekitar 10 menit itu, Hanif mengabadikan berbagai aktivitas yang ada di pasar tradisional Wuhan. Dia juga menyempatkan diri untuk berkomunikasi dengan para penjual di sana.

Sama seperti pasar tradisional yang ada di Indonesia, pasar tradisional Wuhan juga menjual sederet bahan pokok. Beberapa di antaranya deretan ikan segar hingga kepiting dan udang merah. Tapi menariknya, di sana juga ditemui sederet binatang yang mungkin tak dikonsumsi warga di beberapa negara lain, seperti penyu dan kodok hijau.

"Kodok hijau ini merupakan salah satu makanan favorit penduduk di sini," terang Hanif saat memberi penjelasan dalam potongan video kodok hijau yang ia abadikan di dalam pasar.

Baca Juga : Quraish Shihab Tegaskan Wabah Covid-19 Bukan Azab Allah

Selain itu, di sana ditemukan pedagang yang berjualan sayur mayur dan berbagai buah-buahan. Normalnya pasar tradisional, buah dan sayur yang dijual di sana ditawarkan dengan harga yang lebih murah. Sehingga tak heran banyak yang berbelanja di pasar tradisional Wuhan.

Menariknya lagi, di dalam pasar tradisional Wuhan itu juga banyak ditemukan pedagang yang menjual makanan siap saji. Ditemukan juga restoran atau rumah makan halal, seperti rumah makan yang dikunjungi Hanif dalam perjalanannya tersebut. Dia mengunjungi sebuah restoran untuk mencicipi dampling atau pangsit khas China. "Jadi di sini juga banyak ditemukan tempat makan halal," katanya.

Penasaran seperti apa videonya? Berikut linknya.