MALANGTIMES - Kasus warga mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri di Kabupaten Malang terus meningkat setiap tahun. Berbagai motif, dari himpitan ekonomi sampai depresi, menjadi alasan utama.
Pun cara mengakhiri hidupnya sendiri cukup beragam. Ada yang menabrakkan dirinya ke kereta api, menceburkan diri ke sumur, dan melalui gantung diri.
Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19
Data Polres Malang mencatat, sejak Januari sampai Agustus 2019 lalu, telah terjadi kasus bunuh diri sebanyak 16 orang. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2018 lalu dengan kasus sebanyak 15. Khusus bunuh diri dengan menjerat leher dengan tali atau gantung diri mencapai 5 kasus sampai pertengahan tahun 2019.
Terbaru, kembali warga di Kabupaten Malang, tepatnya di Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, bernama Katemi (66) melakukan aksi gantung diri. Kasus ini menambah daftar panjang warga Kabupaten Malang yang mengakhiri hidupnya sendiri.
Dalam kasus ini, korban gantung diri dengan memakai alat berupa syal Persija Jakarta dan kabel handphone. Katemi bunuh diri di dapur rumahnya sendiri saat waktu merangkak menuju tengah malam (Sabtu, 21 Desember 2019), tepatnya pukul 23.30 WIB.
Dari keterangan Polres Malang melalui Kasubag Humas AKP Ainun Djariyah, korban gantung diri ditemukan oleh keluarganya (cucu) yang bernama Catur Panca Indra (16). "Dari keterangan saksi, korban ditemukan tergantung di dapur rumahnya. Saat itu saksi yang merupakan keluarga korban mau masuk rumah, tapi pintu depan terkunci. Akhirnya lewat pintu belakang. Ternyata, saat masuk saksi melihat neneknya sudah gantung diri pakai syal Persija dan kabel HP," ungkap Ainun, Minggu (22/12/2019).
Melihat hal itu, saksi pun langsung melaporkannya kepada tetangga, kepala desa dan perangkat desa, serta Polsek Wonosari.
"Tak ada tanda-tanda kekerasan dari hasil penyelidikan anggota dan dokter puskesmas. Diduga korban gantung diri karena depresi penyakit dan mengalami gangguan kejiwaan," ujar Ainun.
Depresi menjadi pemicu warga di Kabupaten Malang bunuh diri sepanjang tahun 2019 ini. Tak hanya Katemi, beberapa kasus gantung diri juga dipicu faktor yang sama, baik karena depresi penyakit maupun memiliki gangguan jiwa. Seperti yang terjadi pada korban bernama Wahyu Hidayat (46)! warga Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang. Korban menjerat lehernya sendiri dengan seutas tali tampar di sebuah pohon mangga, beberapa bulan lalu.
Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat
Kasus serupa menimpa Senidi, warga Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, yang mengalami depresi. Sempat menghebohkan warga sekitar dikarenakan hampir lima hari menghilang tak diketahui timbanya, Senidi akhirnya ditemukan dalam kondisi tergantung dengan jasad mulai membusuk.
Berbagai kasus gantung diri ini tentunya menjadi warning bagi seluruh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Malang untuk semakin meningkatkan berbagai upaya preventifnya. Selain menyisir melalui pemerintah desa maupun tenaga kesehatan di berbagai wilayah perdesaan terkait warga yang mengindap gangguan jiwa dan terkena penyakit, juga adanya kebijakan Pemkab Malang untuk intervensi terkait pengobatan atas warganya yang mengalami gangguan jiwa.
