Adrinaldo (dilingkari), pemilik Plonk Creative Studio, penguasa even di Disparbud Kabupaten Malang saat Kirab Budaya Malang Beach Festival III di Jalibar Kepanjen, Sabtu, 29 September 2019.(Foto Instagram Disparbud Kabupaten Malang)
Adrinaldo (dilingkari), pemilik Plonk Creative Studio, penguasa even di Disparbud Kabupaten Malang saat Kirab Budaya Malang Beach Festival III di Jalibar Kepanjen, Sabtu, 29 September 2019.(Foto Instagram Disparbud Kabupaten Malang)

MALANGTIMES - Dugaan adanya monopoli penyelenggaraan berbagai kegiatan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, beberapa tahun belakangan kembali diungkit masyarakat.

Lumbung Informasi Rakyat (LiRa) Malang, misalnya, kembali mempertanyakan adanya dugaan terkait praktik monopoli kegiatan di Disparbud Kabupaten Malang itu.

Melalui Bupati LiRa Malang HM Zuhdy Achmadi atau akrab disapa Didik, persoalan itu dikemukakan. Walaupun secara tegas dirinya mengatakan, bahwa dugaan tersebut tetap didasarkan pada asas praduga tak bersalah.

"Kalau masyarakat bertanya itu jadi hak karena memang nyata ada kejanggalan terkait pelaksana even yang itu-itu saja setiap tahunnya," ucap Didik kepada MalangTIMES.

Lanjutnya, hal ini yang terbilang aneh dengan banyaknya juga event organizer (EO) di Malang Raya, khususnya di Kabupaten Malang. 

Hal ini juga yang membuat Ketua GP Ansor Kabupaten Malang Husnul Hakim mempertanyakan hal yang sama.

"Lepas dari bagaimana prosesnya, kita tentunya patut bertanya. Jangan-jangan ada keterkaitan antara EO Plonk itu dengan para penguasanya di Disparbud," ujarnya.

Dugaan itu didasarkan hampir seluruh kegiatan di Disparbud Kabupaten Malang memang dipegang oleh satu EO yakni Plonk Studio Creative yang bermarkas di Jalan Maninjau Raya No 59 seperti tercantum dalam situs resminya. 

Baik event besar tahunan Malang Beach Festival (MBF), Kirab Budaya, Malang Tourism Award, serta berbagai kegiatan lainnya.

Jejak inilah yang disorot masyarakat dan diduga ada "permainan" monopoli dalam setiap kegiatan yang dihelat oleh Disparbud Kabupaten Malang.

MalangTIMES pun mencoba untuk melakukan konfirmasi terkait sorotan dari masyarakat tersebut, Rabu (27/11/2019) malam, melalui pesan Whatsapp (WA) kepada EO Plonk Studio Creative. 

Pesan wartawan pun dijawab oleh Adrinaldo yang disebut-sebut sebagai pemilik atau pengelola EO Plonk Studio Creative.

 Dimana, dirinya menyampaikan, akan menyampaikan jawaban yang diajukan setelah acara makan malam bersama keluarganya selesai.

Berikut petikan wawancara via WA antara wartawan dengan Adrinaldo :

[27/11 18:11] MT: Malam pak Adri. Saya NANA WARTAWAN MALANGTIMES, izin bila luang mau wawancara pak 

[27/11 18:13] Adrinaldo P** Studio: Malam mba

[27/11 18:13] Adrinaldo P***#Studio: Mau wawancara terkait apa mba

[27/11 18:13] MT: Bisa saya tlp pak

[27/11 18:14] Adrinaldo P** Studio: Wa dl boleh mba

[27/11 18:14] Adrinaldo  P****Studio: Saya masih mkn.

[27/11 18:14] MT: Njih. Ini pak saya mau konfirmasi terkait event Disparbud kab malang. Benar njih EO jenengan yg kerap nanganinya

[27/11 18:16] MT: Sprt MBF, Malang tourism award, kirab budaya dan lainnya

[27/11 18:33] MT: Bila dah luang mungkin bisa menjawab itu pak??

[27/11 18:44] MT: Ini karena adanya sorotan masyarakat terkait dugaan kedekatan plong studio dengan pejabat di Disparbud.

[27/11 18:44] MT: Sehingga kami perlu juga meminta klarifikasi dari pihak bapak, sehingga berita bisa berimbang dari dua sisi 

[27/11 18:45] Adrinaldo P****Studio: Mba nanti saya telp ya

[27/11 18:45] Adrinaldo P****Studio: Blm beres mkn malam sm keluarga soal ny.

Percakapan pun terhenti sekitar beberapa jam. Adrinaldo yang akan menelepon kami pun belum menghubungi lagi. Sehingga kami mengirim ulang pesan, sebagai berikut :

[27/11 20:57] MT: Enggak jadi telp njih pak?

[27/11 20:57] MT: Mungkin via wa saja pak g apa2 jawabnya terkait pertanyaan saya diatas.

Percakapan buntu. Sampai akhirnya Adrinaldo pukul 22.24 WIB memberikan tiga chat balasan yang dihapusnya sendiri. Sampai berita ini ditulis (Kamis, 28/11/2019) pertanyaan kami  tak berbalas atas permintaan pernyataan terkait dugaan adanya monopoli dalam kegiatah Disparbud Kabupaten Malang.

Didik pun semakin bertanya terkait banyaknya kegiatan yang digelar Disparbud dan dikelola oleh EO Plonk Studio Creative, tapi juga tak diumumkan dalam SIRUP LKPP (sistem informasi rencana umum pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah).

"Jadi anggaran setiap kegiatan itu diumumkan dimana oleh Disparbud? Padahal SIRUP LKPP itu wajib diisi oleh pemerintah sebagai bagian dari  transparansi belanja kepada masyarakat dan juga untuk kepentingan para penyedia," tandasnya.