Salah satu korban pencurian kucing saat menerima kembali hewan peliharaannya. (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Salah satu korban pencurian kucing saat menerima kembali hewan peliharaannya. (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Choirul Zamroni, warga Jalan Suropati, Kelurahan Losari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, mengaku sudah sering melancarkan aksi pencurian kucing peliharaan. Bahkan setiap kali beraksi, remaja 19 tahun itu tidak pernah mengalami kegagalan.

”Sudah lima kali beraksi mencuri kucing di kawasan perumahan BMR dan Perumahan Persada Singosari. Kucing yang saya ambil selalu kucing Anggora dan Persia,” kata Choirul saat dimintai keterangan oleh penyidik Unit Reskrim Polsek Singosari.

Baca Juga : Diduga Akibat Stroke, Tahanan Kasus Judi Polsek Klojen Meningal Dunia

Seperti yang sudah diberitakan, tersangka Choirul diamankan polisi  saat COD (cash on delivery), Selasa (26/11/2019). Dia diringkus petugas lantaran terbukti melancarkan aksi pencurian kucing Anggora dan Persia milik warga.

Dari tangan tersangka, polisi menyita tiga kucing jenis Persia dan seekor kucing jenis Anggora. Hewan peliharaan hasil curian itu kemudian ditawarkan untuk dijual melalui sarana medsos (media sosial) Facebook.

Akibat perbuatannya tersebut, polisi menjerat tersangka Choirul dengan Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat). Hingga berita ini ditulis, polisi masih mengembangkan kasusnya. Diduga kuat, masih ada jaringan lain yang terlibat dalam aksi pencurian kucing tersebut.

Choirul mengaku, sebelum melancarkan aksi pencurian, dirinya terlebih dulu  melakukan pemetaan di lokasi yang hendak dia sasar. ”Dua hari sebelum mencuri, saya sudah ke rumah-rumah warga untuk mencari kucing yang bisa diambil. Saya mengamati situasi dan kondisi yang tepat untuk mencuri kucing,” terang pria yang hanya tamatan SMP ini.

Waktu subuh, lanjut Choirul, menjadi saat favorit dirinya dalam melancarkan aksi pencurian. Modusnya dengan cara memancing kucing untuk keluar dari pagar si pemilik rumah.

”Cara memancing kucing keluar menggunakan sedotan plastik. Dengan menggerak-gerakkan sedotan hingga kucing mendekat keluar pagar. Setelah itu, saya bawa kabur menggunakan wadah khusus biar tidak ketahuan,” kata Choirul.

Baca Juga : Aktor Senior Tio Pakusadewo Kembali Ditangkap karena Kasus Narkoba

Kucing hasil curian itu kemudian dipasarkan melalui forum jual beli yang ada di Facebook. Jika ada peminatnya, tersangka akan mengajak calon pembeli untuk melakukan transaksi secara COD.

”Kucing yang saya curi di pasaran dibanderol dengan harga sekitar Rp 3 juta. Tapi saya jual di bawah harga biar cepat laku,” pungkasnya.