Imam Mubarok (paling kanan) Wakil Ketua Bidang Litbang Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara. (eko Arif s /JatimTimes)
Imam Mubarok (paling kanan) Wakil Ketua Bidang Litbang Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara. (eko Arif s /JatimTimes)

MALANGTIMES - Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji (Senapati) Nusantara mendorong pemerintah menetapkan tanggal 25 November menjadi Hari Keris Nasional. Keinginan itu semakin kuat selang 14 tahun setelah UNESCO menetapkan keris sebagai c. 

Organisasi pendidikan, keilmuan dan kebudayaan PBB itu, mengakui keris sebagai salah satu warisan dunia pada 25 November 2005 silam. Pengakuan tersebut lantas dienskripsikan dalam Representative List of Humanity UNESCO pada 2008. 

Baca Juga : Kisah Dokter Muda di Indonesia, Atasi Wabah Menular di Kota Malang Tanpa Kenakan APD

Pengakuan tersebut, memiliki dampak yang luas terhadap budaya perkerisan di Indonesia. Salah satunya, menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia, bahwa karya agung nenek moyang telah mendapat pengakuan dunia internasional. 

Ketua Bidang Litbang Senapati Nusantara Imam Mubarok mengungkapkan, bahwa kebanggaan itu bisa ditunjukkan dengan terus melestarikan keris dengan berbagai upaya terbaik. Di antaranya adalah menetapkan Hari Keris Nasional. “Salah satu dorongan yang mengemuka untuk mengoptimalkan upaya pelestarian keris Indonesia adalah dengan menetapkan Hari Keris Nasional," tuturnya. 

"Hal ini sejalan dengan hasil penelitian dari Pusat Penelitian Kebijakan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Litbang Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara. Kita telah mengusulkan itu sejak Mei 2018 yang lalu. Bahkan sejak awal 2019 usulan kepada presiden sudah masuk di Sekretariat Negara,” kata Imam Mubarok, Senin (25/10/2019).

Hari Keris Nasional dipandang dapat menciptakan momentum yang mendorong stakeholder untuk ikut melakukan upaya pelestarian keris Indonesia. Hasil penelitian tersebut juga merekomendasikan bahwa peringatan Hari Keris Nasional dapat diperingati pada tanggal 25 November. 

Tanggal tersebut adalah tanggal penetapan Keris Indonesia sebagai warisan budaya tak benda dunia oleh UNESCO. “Bahkan kita sudah duduk satu meja dengan Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan (Puslitjakdikbud) Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan UNESCO," sebutnya. 

"Kami menggelar diskusi Dampak Pengakuan Keris Indonesia oleh UNESCO dalam Melestarikan Nilai-Nilai Budaya, berdasarkan usulan yang diajukan Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (Senapati Nusantara),” tambah Imam Mubarok.

Baca Juga : Begundal Lowokwaru : Underground Malang Diperhitungkan di Tingkat Nasional

Pria yang juga Ketua Paguyuban Keris Panji Joyoboyo Kediri ini menambahkan, dengan adanya pengukuhan dapat meningkatkan citra positif dan martabat bangsa Indonesia di forum internasional. Selain itu juga menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan Indonesia. 

"Bahwa sehubungan dengan hal tersebut dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya perlindungan dan pengembangan Keris Indonesia, dipandang perlu menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Keris Nasional dengan Keputusan Presiden,” pungkasnya.