Seorang wisatawan yang tengah berswafoto di tampilan tampon dan menstrual cup besar di Museum Vagina. (Foto: Istimewa)
Seorang wisatawan yang tengah berswafoto di tampilan tampon dan menstrual cup besar di Museum Vagina. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES -  Pembelajaran mengenai organ intim perempuan rupanya menjadi hal yang menarik. Apalagi banyak sekali hal-hal berbau mitos  yang menjadikan seorang perempuan khawatir akan suatu hal dalam organ intimnya. Karena itu, edukasi mengenai organ intim perempuan sangat diperlukan.

 Nah, baru-baru ini Museum Vagina dibuka di London, Inggris. Museum yang berada di Camden's Stables Market ini menjadi museum pertama di dunia yang memperlihatkan ilustrasi dan hal-hal seputar alat kelamin wanita.

Sekilas, tempat tersebut jika dilihat dari luar tampak seperti kafe kekinian atau toko lainnya. Tapi, jika sudah masuk ke dalamnya, Anda akan disuguhi beragam edukasi menarik mengenai organ intim wanita.

Dilansir dari bernagai sumber, museum ini didirikan setelah kampanye penggalangan dana yang mengumpulkan hampir seribu orang penyumbang dari seluruh dunia dengan total senilai £ 50.000 atau sekitar Rp 778 juta. Pendirian Museum Vagina ini bertujuan mendidik dan memberikan informasi kepada orang-orang tentang anatomi ginekologi. Kemudian menyediakan ruang untuk mendengar dan mendiskusikan subjek yang kerap dianggap tabu di sekitar tubuh perempuan.

 Museum Vagina menampilkan koleksi ilustrasi dan juga digital. Salah satunya proyek seni virtual dari seniman Austria, Kerstin Rajnar, yang mengangkat seputar mitos-mitos tentang vagina dan bagaimana cara melawannya dalam karya seni. Misalnya mitos penggunaan tampon (pembersih vagina) yang seolah bisa membuat perempuan tidak layaknya perempuan. Padahal, faktanya bukan demikian. Di sana nantinya juga menjelaskan beberapa alasan bahwa itu adalah mitos semata. Lalu ada mitos soal mitos menstruasi itu kotor.

Tampon dan menstrual cup ditampilkan dengan ukuran cukup besar yang dihiasi dengan glitter berwarna merah metalik. Ada juga beberapa pakaian dalam yang diletakkan dalam tempat kaca.

Di sinilah edukasi seputar kesalahpahaman mengenai anatomi sistem reproduksi wanita, termasuk kebersihannya, bentuknya, seputar menstruasi, seks dan kontrasepsi, dihadirkan dalam karya seni yang epik.

Museum ini nantinya akan bisa diakses secara online. Akan ada ruang yang mencakup informasi seputar kesehatan vagina serta program untuk mendukung seks yang sehat dengan melibatkan para profesional medis untuk memberikan layanan yang lebih baik.

Hadirnya Museum Vagina ini juga diharapkan lebih dari sekadar penjelasan anatomi semata. Melainkan bisa membahas seks, seksualitas, identitas gender, serta kesehatan seksual dan reproduksi.