Tampilan Wool Hurts Ugly Holiday Sweater. (Foto: istimewa)
Tampilan Wool Hurts Ugly Holiday Sweater. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Perayaan hari raya umat Kristen atau biasa disebut Natal sebentar lagi tiba. Bagi sebagian orang, persiapan merayakan hari besar itu juga mulai dilakukan dari sekarang. Mulai dari mengisi pernak-pernik hiasan Natal hingga kostum khusus.

Banyak juga produsen fashion yang ikut menghadirkan kostum-kostum untuk menyambut Hari Natal pada 25 Desember mendatang. Tapi, jika kebanyakan fashion designer membuat busana atau baju dengan khas ceria, warna-warna khas Natal merah dan ala Santa Clause yang kali ini berbeda, bahkan bisa dibilang nyeleneh.

Ya, PETA (People for the Ethical Treatment of Animals), organisasi hak asasi binatang yang berpusat di Amerika Serikat, baru-baru ini meluncurkan suatu produk sweater. Hal tak terduganya, sweater ini menampilkan hiasan boneka domba yang jauh dari kesan lucu.

Bagaimana tidak. Baju yang diberi nama 'Wool Hurts Ugly Holiday Sweater' dengan lambang hati yang retak dan khas warna hijau itu malah menampilkan boneka separo badan domba di bagian depan dan separo tubuh lainnya di bagian belakang dengan bercak-bercak merah yang menggambarkan darah. Hmm... unik sih, tapi lumayan serem juga ya.

Namun, kehadiran produk ini bukan tanpa sebab lho.  PETA ingin menyampaikan sebuah pesan untuk berhenti memakai wol yang dibuat dari bulu domba dalam penggunaan pakaian atau produk-produk lainnya.

Dilansir dari berbagai sumber, sweater Natal yang dibanderol harga sekitar Rp 2,1 juta tersebut terdapat tulisan "wool hurts" dengan logo PETA di bawahnya. Deskripsinya memang ingin memperlihatkan kejelekan industri wol sebagai bagian dari kampanye anti-wol dari PETA.

Kampanye tersebut mencakup desakan kepada Forever 21 untuk berhenti menjual pakaian yang terbuat dari wol. Produk Natal 'Wool Hurts Ugly Holiday Sweater' ini tersedia dalam satu ukuran dan dibuat menggunakan 100 persen benang akrilik di Jerman.

Jika ingin ikut mengkampanyekan anti-wol, sepertinya Anda harus membelinya, seperti musisi dunia Pink dan Billie Eilish yang juga ikut menyuarakan dukungan mereka terhadap anti-wol ini.