Pesawat Puma SA 330 "Helikopter Gajah" Berhasil Mendarat di Museum Angkut Kota Batu

Nov 16, 2019 16:28
Foto Muklas JatimTimes
Foto Muklas JatimTimes

 Museum Angkut punya koleksi anyar. Namanya Helikopter Puma SA 330.

Koleksi terbaru ini dipertontonkan pertama kali, Sabtu (16/11/2019) kepada para wisatawan lokal dan mancanegara.

Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?

Titik penempatan pesawat yang punya dua tangki pada bagian belakang tersebut di lantai 3 (Runway 27). 

Lokasinya masih satu area dengan Museum Angkut, di Jalan Terusan Sultan Agung - Kota Batu.

Glenn Sumendap Station Manager Museum Angkut Airport (memakai seragam orange) / Foto Muklas JatimTimes.

Glenn Sumendap, Station Manager Museum Angkut Airport menyataka satu tambahan koleksi berupa Helikopter Puma SA 330 ini punya nilai sejarah tinggi dan  langka. 

Untuk itu, Manajemen Jatim Park Grup mempersembahkan helikopter buatan Perancis 1975, dengan modifikasi sebagai versi VVIP atau Helikopter kepresidenan RI.

"Karena menggunakan mesin turbo shaft. Tipe terbarunya seperti pesawat Presiden Joko Widodo. Dan kapasitas penumpang 16 orang," ujar Glenn kepada JatimTimes di sela-sela menjadi kapten pesawat dengan bobot berat kosong 3.5 ton tersebut.

Pria kelahiran Jakarta ini menjabarkan helikopter yang bisa menampung 350 liter satu tangkinya menjadi pesawat serbaguna. 

Sebab, berkecepatan maksimum 257 kilometer per jam. Lalu, jangkauan jelajah hingga 580 kilometer dengan menanjak naik 7,1 meter per detik.

Kemudian, kemampuan tinggi terbang mencapai 5.000 meter. 

Baca Juga : Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu Diperpanjang sampai 21 April

Tidak hanya itu, fungsi lain pesawat adalah sebagai misi tempur. 

"Dalam satu detik bisa naik 7 meter ini juga bisa mengangkut berbagai kebutuhan. Seperti mengangkut barang berat, bantuan logistik, dan membawa pasukan perang," ucap pria yang dikaruniai empat anak ini.

Pesawat Puma 330 /Foto Muklas JatimTimes.

Sementara itu, Nunuk Liantin Manager Promo dan Market Museum Angkut menambahkan pesawat Puma 330 bisa menjadi media edukasi untuk semua orang. 

Sebab, pernah operasi memburu Presiden Fratelib, Labota, seorang pemimpin kelompok bersenjata penentang kedaulatan NKRI di Timor-Timor. 

Perburuan yang dilakukan Batalyon Parkesit bekerjasama dengan kapten Prabowo Subianto dengan menggunakan 2 helikopter Puma SA 330 terbukti efektif menekan lawan yang akhirnya berhasil menembak mati Labato pada Operasi Seroja 1976.

"Jadi punya nilai sejarah kuat. Karena dimensinya besar, bisa dibilang pesawat gajah. Dan menjadi pesawat spektakuler," pungkas Nunuk yang pernah menjabat sebagai Supervisor Public Relation Museum Angkut ini.

Topik
Batu Berita Batu Museum Angkut Helikopter Puma SA 330

Berita Lainnya

Berita

Terbaru