Wali Kota Malang Sutiaji (berdiri di podium) saat memberi pengarahan Bimbingan Teknis Tenaga Pendamping Musrenbangkel dan Musrenbangcam (Laskar Perencana) yang diselenggarakan Barenlitbang Kota Malang di Hotel Savana (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (berdiri di podium) saat memberi pengarahan Bimbingan Teknis Tenaga Pendamping Musrenbangkel dan Musrenbangcam (Laskar Perencana) yang diselenggarakan Barenlitbang Kota Malang di Hotel Savana (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Upaya Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang merekrut Laskar Perencana sebagai tenaga pendamping dinilai sangat tepat. Wali Kota Malang Sutiaji bahkan optimis tingkat keberhasilan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) lebih efektif.

"Karena pembangunan usulannya itu adalah dari masyarakat. Dengan adanya Laskar Perencana kami semakin optimis tingkat keberhasilannya usulan dalam musrenbang lebih dari 70 persen," katanya pada wartawan usai menghadiri Bimbingan Teknis Tenaga Pendamping Musrenbangkel dan Musrenbangcam (Laskar Perencana) yang diselenggarakan Barenlitbang Kota Malang di Hotel Savana, Kamis (31/10/2019).

Sutiaji menyampaikan, Laskar Perencana sebelumnya telah melalui tahap seleksi terbuka. Dimana ada beberapa kriteria yang harus melekat pada Laskar Perencana untuk kemudian dapat bekerja di masyarakat dalam masa pra musrenbang hingga musrenbang.

Sutiaji menyebut, Laskar Perencana yang berhasil direkrut sudah memenuhi berbagai kriteria. Diantaranya adalah memiliki rekam jejak untuk proses pendampingan masyarakat. Selain itu, wawasan Laskar Perencana terkait pembangunan Kota Malang juga sudah teruji.

"Mereka harus paham betul dengan visi dan misi pembangunan Kota Malang. Sehingga bisa memahamkan masyarakat terkait prioritas pembangunan. Jadi kami sangat optimis ini efektif," ujar alumnus UIN Malang itu.

Dengan begitu, lanjutnya, melalui pendampingan tersebut, komitmen pembangunan pemerintah akan selaras dengan pemikiran masyarakat. Sehingga, tidak ada lagi pendapat dari masyarakat yang memandang sebelah mata proses musrenbang.

"Kalau saling paham akan dibawa ke mana pembangunan ini, saya rasa nggak ada lagi yang merasa sia-sia ikut musrenbang. Karena biasanya masyarakat malas ikut musrenbang karena merasa usulannya tak diakomodir. Padahal kan memang ada yang harus diprioritaskan," jelasnya.

Pria berkacamata itu juga menyampaikan jika evaluasi akan dilakukan pasca digerakkannya program tersebut. Ketika terbukti efektif, maka bukan tidak mungkin Laskar Perencana akan ditambah masa kerjanya, dari yang sekarang adalah satu bulan.

Karena antusias masyarakat untuk menjadi bagian pembangunan Kota Malang melalui Laskar Perencana menurutnya sangat tinggi. Salah satunya ditunjukkan dengan jumlah pendaftar yang mencapai 319 orang. Sementara yang diambil ada 62 orang.

Dia berharap, Laskar Perencana yang sudah direkrut akan segera bekerja sesuai dengan tugas dan kewajibannya. Sehingga proses menggali usulan juga lebih maksimal lagi. Masyarakat juga dapat lebih banyak membuat usulan yang membangun sebagaimana kebutuhan.