Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Pratama saat menunjukkan identitas korban di halaman Polres Batu, Kamis (17/10/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Pratama saat menunjukkan identitas korban di halaman Polres Batu, Kamis (17/10/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Misteri mayat dengan kondisi penuh luka di wajah dan tangan terikat yang dibuang di bawah jembatan kawasan wisata air panas Cangar, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu,  terungkap. Korban adalah Bangkit Maknutu Dumirat (32), asal Desa Karang Budi, Kecamatan Benosan, Sumenep. Ia berdomisili di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. 

Dari hasil otopsi korban, Bangkit tewas lantaran penganiayaan sehingga memgalami perdarahan pada selaput otak. Cedera itu diakibatkan benturan di pelipis.

“Penemuan jenazah diotopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata Rabu (16/10/2019). Saat ditemukan kondisinya tangan terikat, tampak luka robek dibagian dahi kiri, mata lebam,” kata Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Pratama.

Bangkut merupakan karyawan salah satu diler di Sengkaling, Kabupaten Malang.  “Identitas korban ini diketahui berdasarkan koordinasi antar-jajaran polres. Ditambah sebelumnya istri korban melaporkan suaminya hilang ke Polrestabes Surabaya pada Selasa (15/10/2019) lalu,” imbuh kapolres, Kamis (17/10/2019). 

Istri korban itu saat melaporkan dalam kondisi hamil berusia 7 bulan dan didampingi  ibunya. “Berdasarkan ciri fisik identifikasi, memiliki kemiripan yang disampaikan. Kemudian Rabu malam langsung dibawa ke Kota Batu melihat jenazah,” kata kapolres. 

Setelah keluarga melihat korban dan dilakukan pemeriksaan sidik jari, ternyata akurat. Lalu dilakukan koordinasi keterkaitan dan otopsi secara umum.

Sebelum ditemukan tewas,  korban berpamitan melakukan kegiatan kantor di Surabaya. Sejak saat itu, keluarga Bangkit  kehilangan komunikasi. 

Sedangkan pada pukul 05.00 jenazah Bangkit langsung dibawa dan dimakamkan di tempat asalnya di  Sumenep.