Para SPG air minum Tirta Kanjuruhan saat promosikan produknya di beberapa distributor yang ada di Malang. (Foto : Facebook Air Minum Tirta Kanjuruhan)
Para SPG air minum Tirta Kanjuruhan saat promosikan produknya di beberapa distributor yang ada di Malang. (Foto : Facebook Air Minum Tirta Kanjuruhan)

MALANGTIMES - Tidak membutuhkan waktu lama, AMDK (air minum dalam kemasan) Tirta Kanjuruhan laris diserbu para konsumen dan pelanggan di pasaran. Bahkan semenjak diresmikan pada akhir 2016 lalu, produk air minum yang dikelola Perunda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang itu sudah memiliki banyak distributor.

”Sudah ada beberapa koperasi dan swalayan yang mengajukan diri untuk menjalin kerja sama menjadi agen distributor. Selain itu, sudah ada beberapa yang membeli langsung melalui koperasi di kantor dan karyawan kami (Perumda Tirta Kanjuruhan),” kata Syamsul Hadi, dirut (direktur utama) Perumda Tirta Kanjuruhan.

Semula, lanjut Syamsul, para konsumen dan pelanggan produk air minum Tirta Kanjuruhan hanya bisa membelinya melalui koperasi yang ada di bawah naungan Perumda Tirta Kanjuruhan. Yakni Koperasi Tirta Sumekar.

Namun seirng berjalannya waktu, para pembeli kini bisa mendapatkan produk air minum yang sudah memenuhi standardisasi dan kualitas produk air minum tersebut melalui berbagai agen distributor yang tersebar di beberapa gerai dan swalayan se-Malang Raya.

”Produk air minum Tirta Kanjuruhan ini sudah bisa dibeli melalui distributor yang ada di perusahaan El-Hakim, Bintang Gemilang, Mutiara Sandy, AKA Jaya, Bumdes Berkah Abadi, Koperasi Tirta Sumekar serta beberapa distributor lainnya. Baru-baru ini Transmart juga mengajukan kerja sama untuk menjadi distributor air minum Tirta Kanjuruhan,” terang Syamsul.

Berdasarkan data penjualan yang dihimpun Perumda Tirta Kanjuruhan, produk air minum tersebut juga laris terjual melalui staf dan karyawan mereka. Dalam setiap bulan, satu karyawan dari ratusan pegawai di perusahaan yang berkantor pusat di  Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, itu mampu menjual antara dua hingga lima karton.

”Mulai dari tetangga, teman, kerabat, dan rekan pemerintahan di berbagai OPD (organisasi perangkat daerah) di Kabupaten Malang biasanya langsung memesan kepada pegawai Perumda Tirta Kanjuruhan,” ungkap Syamsul.

Produk air minum Tirta Kanjuruhan juga bervariasi. Mulai dari botol ukuran 330 ml (mililiter) hingga botol ukuran 1.500 ml. Air minum dalam kemasan cup (gelas) ukuran 240 ml juga tersedia. Bahkan untuk konsumen yang menginginkan ukuran galon berisi 19 liter,  Tirta Kanjuruhan juga menyediakannya.

”Semua kebutuhan konsumen ada di produk ini, mulai dari air minum Tirta Kanjuruhan kemasan cup, botol, hingga galon semua tersedia. Jadi, bisa disesuaikan dengan kebutuhan konsumen,” ujar Syamsul.

Selain dijual dalam berbagai kemasan, air minum Tirta Kanjuruhan banyak diserbu konsumen juga karena memiliki banyak kelebihan. Misalnya dari sisi standardisasi produk air minum. Tirta Kanjuruhan saat ini sudah memenuhi tiga poin utama atas suatu produk sehingga bisa dikategorikan memenuhi standar jual di pasaran.

Ketiga poin tersebut meliputi ketentuan SNI (standar nasional Indonesia), memiliki izin edar pangan dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), serta memenuhi sertifikasi halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia).

 ”Air minum Tirta Kanjuruhan sudah sesuai dengan standardisasi produk. Mulai dari standardisasi produk SNI, izin edar dari BPOM, hingga sertifikasi halal dari MUI sudah ada di produk ini (Tirta Kanjuruhan),” terang Syamsul.

Tidak berhenti di situ. Dari segi kualitas, produk Tirta Kanjuruhan juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Terbukti dari segi TDS (total dissolve solid), produk air minum Tirta Kanjuruhan bisa dikatakan lebih unggul daripada produk lain yang dijual di pasaran. Sebab, dari standar jumlah zat padat terlarut, yang dipatok kurang dari 500 ppm (part per million).

Kandungan TDS dalam produk Tirta Kanjuruhan berada di kisaran antara 50 hingga 70 PPM. Artinya semakin kecil kandungan TDS yang terdapat dalam produk air mineral, itu menandakan  kualitas air minum tersebut semakin baik.

Beralih ke standar kualitas air minum lainnya, yakni dari segi kandungan pH (indikator tingkat asam atau basa pada air), produk Tirta Kanjuruhan juga terbilang mumpuni. Sebab dari standar kandungan pH air minum yang dipatok harus berada dalam kisaran antara 6 hingga 8,5, produk air minum Tirta Kanjuruhan sudah berada di atas batas minimum. Yakni berada di kisaran antara  7 hingga 7,5 dari segi kandungan pH-nya.

”Ke depan, kami akan terus berinovasi agar produk air minum Tirta Kanjuruhan bisa memenuhi semua kebutuhan air minum masyarakat. Saat ini berbagai berkas pengajuan peningkatan standardisasi SNI juga sudah disiapkan. Nantinya produk air minum Tirta Kanjuruhan ini bakal beralih ke SNI 9001:2015,” kata Syamsul.