Ilustrasi suhu panas yang menerpa saat ini. (Ist)
Ilustrasi suhu panas yang menerpa saat ini. (Ist)

MALANGTIMES - Suhu udara di berbagai wilayah Kabupaten Malang, seperti Kepanjen, masih bertahan di angka 30-32 derajat Celcius. Angka yang memperlihatkan suhu panas di siang hari terbilang menyengat sampai saat ini.

Hujan yang sempat turun beberapa hari lalu, pun tak bisa menghalau hawa panas yang melanda masyarakat di Kabupaten Malang dalam beberapa pekan ke belakang sampai saat ini. Bahkan, harapan besar peralihan musim pun, dari kemarau panjang ke penghujan, harus terpupus dengan kondisi cuaca sampai saat ini.

Baca Juga : Hari Ini, Beberapa Wilayah Berikut Berpotensi Alami Hujan Lebat

"Panasnya memang menyengat di siang hari. Bahkan, malam hari pun kami masih merasa kegerahan," ucap Dian Surya, warga Kepanjen, Senin (07/10/2019) kepada MalangTimes.

Terpisah, efek musim kemarau telah membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang pun dibuat sibuk untuk membantu masyarakat yang mengalami kekeringan. Seperti Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang yang aktif mendistribusikan air bersih ke berbagai wilayah kekeringan, seperti di Kalipare beberapa waktu lalu.

Kondisi cuaca panas dan kekeringan dimungkinkan masih akan terus terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates Musripan yang menyampaikan, harapan atas peralihan musim dengan turunnya hujan berdurasi pendek beberapa waktu lalu bukan pertanda akan datangnya musim hujan.

"Belum masuk musim peralihan walau hujan telah turun. Ini terlihat dari hujan turun dengan durasi pendek tidak diikuti hujan di hari berikutnya," ucap Musripan menyikapi fenomena hujan turun beberapa hari lalu.

Pernyataan Musripan itu mengindikasikan bahwa musim hujan memang masih belum tiba. BMKG mencatat Pulau Jawa diperkirakan masih akan mengalami hari tanpa hujan setidaknya hingga November mendatang.

Sedangkan intensitas curah hujan mulai akan tinggi pada Desember, dapat mencapai 200-300 mm per hari. Sementara itu, puncak musim hujan akan terjadi pada Januari 2020 datang.

Baca Juga : Kota Malang Banjir di Beberapa Titik, Daerah Gribig Bisa Jadi Selanjutnya

Dari prakiraan cuaca BMKG itulah, cuaca panas masih akan menerpa masyarakat Kabupaten Malang. Selain itu, angin kencang pun mulai menerpa berbagai wilayah dan menimbulkan pepohonan di beberapa wilayah roboh. Ancaman kebakaran pun mulai terlihat di beberapa titik lokasi, seperti Desa Jatiguwi, Sumberpucung, dan beberapa wilayah lainnya. Itu karena musim kemarau serta angin kencang yang membuat si jago api cepat sekali melahap bangunan yang terbakar.

Dari alat pantau cuaca diketahui bahwa selain suhu panas, kecepatan angin mencapai 28-38 kilometer/jam. Sedangkan indeks UV terkategori tinggi dalam beberapa pekan sampai saat ini.