MALANGTIMES - Media sosial sempat dihebohkan oleh viralnya sebuah video yang menunjukkan seorang oknum  polisi menendang dan memukul helm seorang driver ojol. Gara-garanya, si driver ojol menerobos jalur steril yang dilewati Presiden Jokowi di Bogor.

Kendati sang drivel ojol menyadari kesalahannya dan sempat meminta maaf dengan menunjukkan gestur badan dan tangan permintaan maaf,  polisi tersebut tetap saja menendang dan memukulnya. Dia  sempat melontarkan kata-kata keras kepada driver ojol itu.

Kejadian tersebut terjadi di  kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor, sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, Satlantas Polresta Bogor tengah melakukan pengamanan karena Presiden Jokowi melintas menuju Istana Bogor.

 

 

Saat jalan sudah dalam keadaan steril dan rombongan presiden baru saja melintas, driver tersebut tiba-tiba menerobos masuk dari Jalan Otista. Driver ojol tersebut sebelumnya sudah sempat diberhentikan oleh polisi itu. Namun saat itu ia belum berhenti karena jalan sedikit menurun sehingga driver ojol memilih berhenti di jalan yang aman.

Begitu berhenti, si driver ojol kemudian menghampiri polisi tersebut dan sempat meminta maaf. Namun diduga karena  tak bisa menahan emosi, akhirnya polisi itu melakukan perbuatan yang kurang elok terhadap driver ojol tersebut.

Informasi terakhir yang didapat, oknum polisi yang diketahui berpangkat aipda tersebut mendapatkan sanksi mutasi oleh pimpinannya dari bagian fungsi ke bagian administrasi. Sementara driver ojol tersebut dikenakan tilang. Kedua belah pihak sendiri juga sepakat untuk berdamai.

Sementara itu, Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander dalam statemennya beberapa waktu sebelumnya, mengungkapkan bahwa dalam segala hal tugas kepolisian, baik itu razia maupun pengamanan, pihaknya selalu berupaya mengedepankan asas kesopanan tanpa tindakan arogansi.

"Sesuai arahan. Polri untuk tetap mengutamakan kesopanan, tidak arogan dan tidak overacting, sehingga perbuatan anggota bisa tetap dipertanggungjawabkan," ucapnya.