MALANGTIMES - Beberapa hari terakhir, selain mahasiswa, kalangan pelajar SMA maupun SMK ikut turun ke jalan melakukan unjuk rasa mengenai beberapa Rancangan Undang-Undang (RUU) yang saat ini ditolak berbagai kalangan.
Berkaitan tentang itu, informasinya beredar ajakan melalui media sosial, agar siswa -siswi ikut turun ke jalan pada 30 September 2019 dan kembali menyuarakan penolakan beberapa RUU yang jadi polemik.
;
Seperti halnya di daerah Jogjakarta, ramai beredar melalui Whatsapp pesan ajakan untuk siswa-siswi agar ikut melakukan aksi.
Berikut ini isi dari pesan ajakan demo yang beredar itu :
"Undangan Terbuka Siswa/Siswi
Baca Juga : Usul Pemakaman Nakes Covid-19 di TMP & Anugerah Bintang Jasa Berujung Bully untuk Ganjar
Mohon kehadiran rekan-rekan siswa-siswi dalam agenda siswa-siswi Indonesia bergerak catatan akhir demokrasi di korupsi 2019 dari siswa-siswi Yogjakarta yang akan dilaksanakan pada
Hari Senin, 30 September 2019 pukul 00.07- sampai selesai bertempat di Tugu Sampai KM 0.
Titik kumpul regional SMA/SMK Sleman, di alun-alun Kabupaten Sleman.
Titik kumpul regional SMA/SMK Kota di Kantor Gubernur DIY.
Titik kumpul regional SMA/SMK Bantul, di Institut Seni Indonesia (ISI), Kabupaten Bantul.
Titik kumpul regional SMA/SMK Kulonprogo di alun-alun Wates, Kabupaten Kulon Progo.
Titik kumpul regional SMA/SMK Gunung kidul, di dean Jalan Kidfun, Banguntapan
Mari sama-sama mulai bangun bangsa ini dari kita kawan-kawan.
Atas kerjasamanya kami ucapkan terima kasih
salam
Front Aliansi Siswa Pelajar Daerah Istimewa Yogyakarta,".
Mengenai pesan ajakan itu, untuk di Kota Malang, para siswa enggan untuk menanggapi atau merespons ajakan tersebut.
Hal itu dibuktikan dengan adanya video testimoni dari lima sekolah di Kota Malang yang mengungkapkan penolakannya.
Salah satu testimoni dari perwakilan siswa SMKN 8 Malang ini contohnya.
"Kami siswa SMK Negeri 8 Malang tidak akan mengikuti ajakan untuk demo pada tanggal 30 September 2019. Kami ingin Kota Malang aman dan damai. Salam satu jiwa, Arema," ungkap para siswa SMKN 8 Malang.
Baca Juga : Khusus Ojol, Ahok Beri Cashback 50 Persen untuk Pembelian BBM hingga 12 Juli 2020
Kemudian ada lagi testimoni dari SMAK Santa Maria Malang yang juga menyatakan tak akan ikut aksi demo besok.
"Kami siswa-siswi SMAK Santa Maria, menyatakan tak akan mengikuti ajakan demonstrasi dari pihak manapun. Salam prestasi kita bisa kita luar biasa, yes, yes," ucapnya dalam video.
Selain sekolah tersebut, juga terdapat sekolah lain yang juga membuat testimoni penolakan ajakan demo besok yakni SMK Cor Yesu, SMAN 3 Malang dan SMKN 3 Malang.
Sementara itu, mengenai kaitan penolakan ajakan demo para siswa-siswi SMA-SMK Kota Malang juga dibenarkan oleh Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander melalui Kasubag Humas Polres Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni.
"Tentunya kami segera sikapi itu dengan mendatangi sekolah-sekolah dan mengimbau agar adik-adik semua tetap konsentrasi belajar dan tidak terprovokasi, sehingga Kota Malang kondusif, aman dan damai," pungkasnya.
