MALANGTIMES - Target awal Jembatan Jurang Mayit di Desa Srigonco, Kecamatan Batur, yang diharapkan bisa difungsikan Agustus 2019, tidak bisa terealisasi. Pasalnya, pembangunan jembatan baja yang akan memangkas rute kendaraan menuju wisata Malang Selatan masih belum tuntas 100 persen sampai saat ini.

Belum tuntasnya pembangunan jembatan itu, menurut Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang, dikarenakan masih belum tersedianya anggaran untuk kerangka baja jembatan dengan nilai sekitar Rp 8 miliar.
Anggaran ini sejak awal tahun sudah diformat dibiayai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai kebutuhan untuk pengadaan dan pemasangan kerangka baja jembatan.

Sayangnya, sampai saat ini belum ada kepastian dari tingkat pusat atas cairnya anggaran tersebut. Hal yang membuat Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang berharap-harap cemas atas penyelesaian pembangunan jembatan yang akan memangkas jalur ekstrem di Srigonco yang mengarah ke lokasi pariwisata pantai Malang Selatan.

"Dimungkinkan akan molor untuk penyelesaian jembatan karena anggaran belum turun juga dari pusat. Ini yang membuat kita juga harap-harap cemas di tahun ini," kata Romdhoni Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Jumat (20/09/2019).

Romdhoni juga menyampaikan secara progres sebenarnya pembangunan jembatan sudah mencapai sekitar 75 persen lebih. Hanya menyisakan pemasangan rangka baja sekaligus finishing saja.

"Tapi untuk penyelesaiannya ini butuh anggaran besar sekali. Selain itu kita tidak bisa menganggarkan juga di tahun ini, bila akan menyelesaikannya lewat APBD," ujar Romdhoni.

Perhitungan anggaran sebesar Rp 8 miliar itu, menurut mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Malang ini, bila turun dari pusat akan meringankan beban APBD. Dimana, angggaran untuk pemasangan, pengangkutan, hingga pekerjaan penunjang, dan material pendukungnya, senilai Rp 1 miliar bisa mempergunakan APBD.

"Andai tidak turun, maka tahun depan kita harus mengalokasikan sendiri lewat APBD," ujar Romdhoni.

Tapi, sebelum itu, Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, akan terus berupaya agar anggaran kerangka baja jembatan bisa dibiayai oleh pemerintah pusat. Yakni, dengan cara meminta audiensi dengan Kementerian PUPR dalam rangka memastikan keberlanjutan pembangunan Jembatan Jurang Mayit.

"Semoga bisa terealisasi tahun ini. Sehingga kita bisa menyelesaikan pembangunan di Srigonco sebagai penunjang jalur pariwisata Malang Selatan. Tapi, kalau bantuan rangkanya ternyata gagal ya menunggu sampai dianggarkan tahun depan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, pembangunan Jembatan Jurang Mayit sampai saat ini telah menelan anggaran Rp 15 miliar. Sementara untuk pekerjaan fisik, saat ini sudah mencapai 75 persen.

Kondisi tersebut tentunya menjadi dilema tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dalam mewujudkan akses transportasi yang baik dan sesuai spek fungsi jalur jalan tersebut. Padahal, dengan penyelesaian  Jembatan Jurang Mayit serta peningkatan kualitas sepanjang jalan dari wilayah Bantur itu akan membuat arus kendaraan akan semakin banyak menuju lokasi wisata di Malang Selatan.

Tapi, kembali anggaran menjadi kendala dalam mewujudkan harapan besar itu. Karena di lokasi yang sama pula, Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, masih harus menyelesaikan jalur jalan penghubung yang sebagian telah dilakukan proses pembangunannya. Dan sisanya masih belum bisa dilakukan karena tersandung persoalan tanah terbangun masih milik warga sekitar.