Bupati Malang M. Sanusi (tengah) foto bersama dengan perwakilan investor usai pertemuan yang digelar Kamis (16/1/2020) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Bupati Malang M. Sanusi (tengah) foto bersama dengan perwakilan investor usai pertemuan yang digelar Kamis (16/1/2020) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang sejak beberapa tahun terakhir telah disiapkan untuk disulap menjadi pusat metropolitan. 

Setidaknya ada empat investor asing yang siap menggelontorkan dana untuk mewujudkan angan-angan tersebut. 

Bahkan, dalam tahap awal pengembangan, dana yang dibutuhkan ditaksir mencapai Rp 10 Triliun.

Rencana pembangunan pun sudah diancang-ancang segera dilaksanakan pada Februari mendatang. 

Beberapa dokumen perizinan yang belum dikantongi ditarget segera diberikan bulan ini. 

Sehingga realisasi pembangunan dapat dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan.

Secara khusus, perwakilan investor melakukan pertemuan dengan Bupati Malang Sanusi beserta jajarannya, Kamis (16/1/2020) di Pendopo Agung Kabupaten Malang. 

Pertemuan itu dihadiri para kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang beserta Camat dan Kepala Desa di Kecamatan Ngangang.

Dalam pertemuan tersebut, PT Pramesco Jaya Wijaya mempresentasikan rencana pembangunan yang akan dikembangkan di Ngantang. 

Dalam video yang diputar, beberapa sektor yang akan dibangun meliputi sektor pertanian, perikanan, perkebunan, hingga sektor komersil seperti perhotelan hingga rumah sakit.

Beberapa komponen yang ditata di antaranya seperti penanaman pohon maple di sepanjang jalan utama. 

Pembangunan jembatan megah, parkir kendaraan terpusat, hotel berbintang lima setinggi 27 lantai, hingga rumah sakit kelas B.

Selain itu juga akan dilengkapi dengan beberapa wahana wisata untuk menarik minat infestor.

Di antaranya wisata paralayang, climbing, cable car, edukasi kebun kopi, bamboo resort, wisata petik durian, aquatic world, wisata edukasi laut atau air hingga pertanian, jembatan kaca, resort, waterboom, patung sculpture II, patung arjunawijaya, air menari, dan banana boat.

Direktur Utama PT Pramesco Jaya Wijaya, Agus Hanafi menyampaikan, konsep tersebut telah dimatangkan dan disampaikan kepada investor dan Pemerintah Kabupaten Malang. 

Selain mengangkat konsep metropolitan  hal utama yang menjadi perhatian adalah konsep pelestarian budaya dan ramah lingkungan.

"Kami akan jaga ekosistem yang ada dan akan kami tata sebagaimana akan diwujudkan kawasan ramah lingkungan. Baik dari segi sampah maupun pengairan. Kami harap ada dukungan warga kawasan Ngantang," katanya.

Dia juga menyampaikan akan melibatkan masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja.

Sehingga diharapkan perputaran ekonomi masyarakat Ngantang dapat terjamin. 

Dengan dikembangkannya wilayah Ngantang, dia optimis daerah lain di Malang maupun luar Malang akan melakukan langkah yang sama.

"Yang kami inginkan adalah memajukan Kabupaten Malang dan perekonomian di Jawa Timur," ujar dia.

Sementara berkaitan dengan skema investasi, Agus menyampaikan jika empat investor yang memberikan signal positif dalam pembangunan kawasan Ngantang berasal dari Belanda, Singapura, Kanada, dan Korea Selatan.

Sementara yang sudah memastikan diri menanamkam modalnya adalah perusahaan yang berasal dari Kanada.

"Kami membutuhkan lahan seluas-luasnya, dan saat ini sudah ada yang terikat dengan kami," tambahnya.

Sementara bentuk investasi yang akan digelontorkan itu menurutnya berupa pinjaman senilai Rp 10 Triliun. 

Sistem pengembalian dilakukan disertai bunga empat persen pada tahun ke empat hingga tahun ke 10.

"Kalau untuk tahap awal di Februari nanti, kami akan sesuaikan dengan kebijakan bank akan cairkan berapa," pungkas Agus.