Ilustrasi kolase (Ist)
Ilustrasi kolase (Ist)

MALANGTIMES - Prestasi membanggakan para pendidik lingkup Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Malang di skala nasional, kembali ditorehkan. Walau belum bisa dipastikan akan menyabet gelar juara, prestasi dua guru SD di Kabupaten Malang ini tetap patut di apresiasi.

Prestasi tersebut terkait dengan perlombaan karya Inovasi pembelajaran (Inobel) bagi guru SD tingkat nasional tahun 2019 yang kembali digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. 

Dimana, dua guru SD bernama Ari Dwi Haryono (guru SD Bani Hasyim Singosari) dan Ursula Lita Justina (SDN Ardirejo 04 Kepanjen), menjadi finalis Inobel di kategori guru kelas matematika dan guru kelas tematik.

Seperti diketahui Inobel merupakan ajang kompetisi inovasi pembelajaran bagi guru SD sesuai dengan kekhasan pada jenjang SD. Baik dalam hal pendekatan, model, strategi, metode, teknik, maupun media pembelajaran yang telah dikembangkan untuk memfasilitasi seluruh karakteristik peserta didik termasuk anak berkebutuhan khusus. 

Inobel juga merupakan ajang guru untuk menampilkan sekaligus menciptakan sebuah inovasi pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan pembelajaran di era revolusi Industri 4.0.

Di ajang prestius dan tentunya bernilai tinggi bagi pembelajaran para siswa di era saat inilah, dua guru SD Kabupaten Malang mampu lolos dari berbagai tahapan Inobel yang disyaratkan dari seluruh Indonesia. Baik tahap seleksi, visitasi, dan workshop dengan penilaian sangat ketat.

Ursula Lita Jusnita lolos dan masuk tahap final dengan media pembelajaran berupa kolase jejak tumbuhan. Inovasi media Ursula diciptakan dengan memanfaatkan kain untuk ditempelkan pada sebuah media. 

Dimana melalui kolase jejak tumbuhan ini, Ursula mengajak siswa untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan dengan suasana gembira.

Tahap workshop perlombaan Inobel 2019, dimana dua guru SD Kabupaten Malang lolos masuk final (Ist)

"Media pembelajaran ini sangat membantu siswa  memiliki pemahaman tematik pada Tema 7 Kelas IV SD. Media ini juga bisa dipergunakan untuk pembelajaran tematik Bahasa Indonesia, IPA, serta Seni Budaya dan Prakarya. Tentunya dengan pola pembelajaran yang menyenangkan," ungkap Ursula yang juga menyebutkan, sisi lain media kolase yang diciptakannya berguna merangsang keterampilan motorik halus siswa.

"Media ini juga mengkombinasi kemampuan jurnalistik anak, dimana proses membuat kolase diliput lalu dijadikan laporan dalam bentuk e-book. Semua dilakukan dalam waktu sehari," imbuhnya.

Media pembelajaran kolase dalam berbagai penelitian terbukti mampu meningkatkan motorik halus siswa. Aktivitas menempel dan membentuk sebuah karya seni juga melatih ketelitian, kreativitas dan daya imajinasi anak dengan cara menyenangkan.

Sementara itu, Ari Dwi Haryono mengungkapkan, memanfaatkan alat peraga berupa papan satuan dan nol disingkat Papan Sanol. Alat peraga ini dimanfaatkan dalam pembelajaran matematika untuk mempermudah siswa dalam mengkonversi satuan volume. Dimana, selama ini siswa masih kesulitan memecahkan soal hubungan satuan antar volume. 

Dua inovasi media pembelajaran tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rachmat Hardijono. Dimana, dirinya menyampaikan, bahwa pendidikan di era saat ini menuntut guru sebagai ujung tombak  pada setiap jenjang pendidikan yang ada.

Dimana, outputnya adalah menghasilkan generasi yang literat, kompeten, dan berkarakter, "Guru harus memiliki kreativitas dalam mengembangkan pembelajaran yang inovatif sesuai dengan karakteristik siswa. Melalui inovasi penggunaan media belajar yang inovatif dimungkinkan peningkatan keterampilan peserta didik dalam berpikir kreatif dan inovasi, berpikir kritis dan pemecahan masalah, komunikasi, dan kolaborasi," ujar Rachmat.

Dua media dari guru SD Kabupaten Malang itu, tentunya juga, masih menurut Rachmat, diharapkan menjadi terobosan dalam dunia pendidikan di Kabupaten Malang. 

"Kita sangat mengapresiasi setiap inovasi yang ada. Juga tentunya mendoakan agar dua media itu bisa jadi juara nantinya. Sehingga bisa dijadikan rujukan  bagi semua guru khususnya guru SD dalam peningkatan kualitas pembelajaran di SD," pungkas nya.