Coffe Times menyuguhkan sensasi baru bagi para pecinta kopi. Tak sekedar menyeruput, pelanggan juga bisa menyeduh sendiri kopi yang akan mereka nikmati (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Coffe Times menyuguhkan sensasi baru bagi para pecinta kopi. Tak sekedar menyeruput, pelanggan juga bisa menyeduh sendiri kopi yang akan mereka nikmati (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kota Malang memang bukan hanya dikenal sebagai kota pendidikan melainkan juga sebagai kota kuliner. Memiliki sederet tempat asyik buat nongkrong dan kekinian, menjadikan Malang sebagai kota yang paling banyak diminati untuk dikunjungi. Selain itu, sederet olahan terutama kopi yang disuguhkan tak jarang membuat siapapun ingin menikmatinya secara langsung.

Saya bukanlah pecinta kopi sejati. Tapi melihat rekan kerja dan teman bermain yang tak pernah lepas menyeruput kopi, saya pun akhirnya tertarik ingin mengetahui secara langsung bagaimana menikmati kopi yang enak dan baik itu. Dibantu teman dan mesin pencarian, saya pun tertarik untuk mendatangi salah satu cafe bernuansa pedesaan yang baru saja dibuka di kawasan Terminal Kopi Malang, lantai dua Pasar Terpadu Dinoyo City.

Namanya Coffee Times, salah satu tempat ngopi yang kini tengah digandrungi banyak muda mudi. Saya memutuskan datang ke tempat yang tergolong baru itu pada Senin (9/9/2019) malam. Sampai di sana, ternyata ada lumayan banyak pengunjung yang tengah asyik duduk kongkow dan menyeruput kopi serta beberapa makanan.

Memasuki area Coffee Times, saya langsung menuju meja barista yang memang dihiasi dengan daun kelapa. Di sana, dua orang barista menyapa dan mempersilahkan saya memilih beberapa menu andalan mereka. Ada kopi tubruk, susu kopi, hingga teh tarik dan cokelat panas ada pada daftar menu mereka.

Karena tak mengerti lebih jauh tentang kopi, saya meminta barista untuk memilihkan kopi yang pas diicipi oleh pemula. Setelah sepakat memilih kopi susu, barista pun menawarkan sebuah pengalaman baru untuk saya. Tak hanya diajak untuk menikmati kopi pertama saya, tapi saya juga diajak untuk menggiling dan menyeduh sendiri kopi yang akan saya nikmati.

Tak berfikir jauh, saya mengiyakan tawaran itu. Selang beberapa saat saja, sang barista membawakan satu toples kopi pilihan saya lengkap dengan timbangan kopi serta alat untuk menggiling kopi (Glinder Manual). Barista menuntun saya untuk menuangkan kopi yang telah disangrai ke atas timbangan.

Sebelum menimbang, saya sempat mencium aroma kopi yang berwarna kecoklatan itu. Kesannya, ternyata memang kopinya wangi dan terasa tak sabar untuk segera menikmatinya. Usai mencium aroma, tangan ini kemudian meletakkan biji kopi sangrai di atas timbangan. Setelah dirasa pas, biji kopi itu saya masukkan ke dalam glinder manual yang disediakan.

Setelah itu sang barista memandu saya untuk memutar alat. Ternyata, memutarnya pun butuh trik dan nggak asal. Saat melihat barista mencoba menggiling, kelihatannya sangat mudah. Tapi begitu merasakan sendiri, ternyata lumayan susah, namun ada sensasi baru yang membuat saya sangat tertarik untuk mencobanya terus.

Setelah digiling manual, bubuk kopi pun tampak terlihat sangat halus di bagian penyimpan mesin. Bubuk itu kemudian dituangkan ke dalam gelas yang sebelumnya sudah diberi susu sesuai takaran. Langkah terakhir, kopi dan susu disiram dengan air panas. Aroma wangi kopi semakin menyengat wangi. Sampai pada akhirnya saya mencoba langsung kopi pertama yang saya giling sendiri.

Kalau saya boleh berpendapat, rasanya kopi memang pahit. Namun saat dirasakan lebih jauh ternyata ada rasa manis yang kuat di dalam mulut. Tapi pada akhirnya, satu gelas kopi yang saya seduh sendiri dengan proses penggilingan manual itu habis juga. Pengalaman yang menyenangkan, kopi pertama yang saya nikmati adalah kopi yang saya giling dan saya seduh sendiri. Tentunya ada sensasi baru yang terasa begitu kental dan membuat saya jatuh hati pada kopi.

Fasilitas membuat kopi sendiri bagi para pelanggan Coffe Times ini menurut sang pengelola, A Yahya, memang baru dimulai. Bagi pelanggan yang ingin menyeduh sembari menggiling kopi yang akan dinikmati sangat dipersilahkan. Pelanggan hanya perlu membayar biaya tambahan penggunaan glinder manual seharga Rp 2.500 saja. Harga yang sangat murah untuk pemgalaman baru yang luar biasa tentunya.

"Untuk yang mau mencoba glinder kopi sendiri, hanya dikenai biaya tambahan Rp 2.500," terang Yahya.

Buat yang penasaran ingin langsung menikmati kopi buatan sendiri, bisa langsung datang ke Coffe Times yang berada di kawasan Terminal Kopi Malang, lantai satu Pasar Terpadu Dinoyo City. Di sana, ada sederet jenis kopi asli Nusantara dan kopi terbaik di Malang yang bisa dinikmati. Harganya pun bersahabat bagi kantong mahasiswa, mulai dari Rp 4 ribuan saja.