Kawasan Pasar Songgoriti yang juga masih menjadi aset Pemkab Malang. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Kawasan Pasar Songgoriti yang juga masih menjadi aset Pemkab Malang. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pembuatan jenang Suro bareng warga di area pelataran Candi Supo, Songgoriti, Kota Batu, rupanya membuat Wali Kota Dewanti Rumpoko ingin segera memiliki aset tersebut. 

Selama ini, meski berada di Kota Batu, sejumlah aset di Songgoriti bukan milik  Pemkot Batu. Sejumlah aset, semisal nasib tanah beserta bangunan Songgoriti Resort, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, masih menjadi milik Pemkab Malang.

 Karena itu, saat berkumpulnya warga sekitar, Dewanti meminta dukungan agar aset ini bisa dimiliki Kota Batu, Minggu (1/9/2019) malam. “Mari sama-sama diadakan rembug warga untuk membuat surat agar kawasan wisata Songgoriti ini bisa pindah ke Batu,” ungkap Dewanti.

Sebelumnya, sejak tahun 2017, Pemkot Batu telah menyerahkan surat kuasa khusus kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu untuk mendalami kasus ini. Namun, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejaksaan Negeri Kota Batu I Nyoman Sugiartha mengatakan pihaknya masih menunggu surat kuasa khusus (SKK) dari Pemkot Batu.

Tetapi pihaknya  menyarankan agar kedua pihak, Pemkot Batu dan Pemkab Malang, segera beraudiensi untuk membahas hal tersebut. “Ya kami di sini hanya menengahi,” kata Nyoman.

Menurut dia, kasus ini masih terus didalami. Di sini kejari akan memberikan solusi untuk mencari titik terang dalam masalah aset ini. Kalau bisa, perlu duduk bersama antara Pemkot Batu dan Pemkab Malang.

Ia menambahkan, Kota Batu lepas dari Kabupaten Malang sejak tahun 2001 silam. Namun saat itu, memang tidak dicantumkan bahwa Songgoriti menjadi bagian Kota Batu.

“Dalam surat keterangan pembentukan Kota Batu saat itu,  tidak menyantumkan Songgoriti. Memang nggak ada Songgoriti,” imbuhnya.